Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Review 3-gatsu no Lion

Gambar
Sudah lama sekali gak buat review-an anime, dan sekarang nulis karena lagi ingin dan berbagi cerita tentang anime yang baru selesai aku tonton, yaitu adalah 3-gatsu no Lion. Ahh disaat penat dan butuh hiburan, anime-anime yang masuk dalam list tapi berbulan-bulan gak disentuh akhirnya nyoba nonton juga. Dan pilihan jatuh ke anime genre slice of life, drama dan game yaitu 3-gatsu no Lion. https://myanimelist.net/anime/31646/3-gatsu_no_Lion Sebelum dijadikan anime, manga-nya emang sudah populer di Jepang, yah walau aku belum ada waktu buat baca manga-nya. Jadi gak bisa membandingkan antara manga dan anime. So, first impression aku suka dengan lagu opening dan ending-nya hahahah. Style anime-nya juga bagus. Dan Rei Kiriyama, yah sosok tokoh ini yang mungkin dimata anak remaja seusianya dia hanyalah introvert, tapi bagi aku dia sosok yang calm, mature, punya positive vibes. Di usianya 17 tahun dia bekerja sebagai pemain professional shougi. Dia mencapai menjadi pem...

Setitik Cahaya

Pernahkah engkau jatuh ke dalam lubang paling dalam, bahkan bayanganmu sendiri pun tak sanggup menemani. Manusia, yang namanya manusia, Pasti pernah merasakan terjatuh, terluka, terkhianati, kelelahan dengan segala tanggungan. Dalam situasi keputusasaan itu pasti semua yang engkau lihat gelap gulita. Hatimu tidak mampu melihat bahkan setitik cahaya pun kau tak mampu melihat. Mungkin yang bisa kau lakukan menyalahkan takdir, menyalahkan semua orang, menyalahkan diri sendiri. Seolah engkau tidak pantas menerimanya. Seolah engkau manusia paling merasa sakit sedunia. Seolah engkau sendirian. Seberapa kali engkau teriak, Hanya terasa semakin terkoyakkan hatimu. Air matapun mengering. Sekali lagi, sunyi dan pekatlah yang selalu engkau lihat. Semua orang pasti mendapatkan setitik cahaya dari pekatnya lubang keputusasaan itu. Tergantung dari cara engkau memandang, Mampukah hatimu melihat setitik cahaya itu ? Setitik cahaya itu harapan yang diberikan sang pencipta padamu. Sang ...

Mawar yang Berduri

Suatu hari, seorang ibu menasehati anak perempuannya yang masih belia. Ini tentang perempuan, begitu katanya. Anak gadis itu menatap mata ibunya yang sayu. Mengerti bahwa arah pembicaraannya akan serius. Sang anak perempuan tersebut tersenyum kepada ibunya, kenapa dengan seorang perempuan bu ? Sang ibu mengelus kepala anaknya dan berkata, "anak ibu yang paling cantik, hartanya ibu, harapannya ibu, berliannya ibu, ingat bahwa menjadi seorang perempuan harus seperti mawar yang berduri." Anak perempuan itu memang masih tergolong belia, umurnya belum bisa dikatakan dewasa. Anak perempuan yang masih merajuk, egois, dan cengeng kepada ibunya. Tapi kalimat itu sudah menusuk dihatinya dan entah kenapa dia tahu, ada beban yang harus ditanggungnya. Sang ibu melanjutkan kalimatnya, "kamu adalah bunga mawarnya ibu yang cantik, kamu kebanggaan ibu, tetap jadilah cantik, menjadi perempuan harus baik tutur katanya, santun, bermartabat, anggun, pintar, berpendidikan. Kamu adalah h...