Jika Kau Warna

Jika kau adalah warna, warna seperti apakah kau ?
Warna yang kalem ?
Warna yang berani ?
Warna yang gelap.
Aku akan menceritakan warna-warna itu.

Source: google

Pada awalnya kau adalah sang merah menyala dalam hidupku. Mematikanku dalam sesaat. Cemburu yang seharusnya tak pantas diperlihatkan. Terbakar akan cahayamu. Resah yang aku perlihatkan begitu kuat. Mata yang tak mampu aku pandang. Kau sang merah menyala kala itu. 
Kecewa yang aku pendam, menitikkan warna-warna hitam pada merahmu. 
Ya aku yang menghitamkan merahmu. 
Ya akulah yang masih merasakan resah akan pertemuan singkat.
Aku yang kecewa dan senang bila bertemu denganmu.
Akulah salah satu yang melihatmu bagai merah yang menyala.
Dan akulah yang merasa menjadi hitam pekat bila bertemu denganmu.
Ah aku sang tak tahu diri yang masih saja merasa terbakar saat kau ada.


Source : google

Biru itulah kau, 
Warna keresahan yang memilukan. 
Entah sejak kapan warnamu menjadi biru.
Seperti air, kau tak bisa ditampung dengan mudah. Selalu ada tetesan bocor yang aku sendiri tak mengerti. 
Hanyut, tenggelam, diterpa ombak, semakin dalam airmu semakin penuh misteri.
Kau berubah-ubah layaknya warna-warna yang kau perlihatkan pada dalamnya airmu.
Aku tak menemukan landasan yang bisa dijadikan pijakan, yang ada hanya semakin menenggelamkan.

Source : google

Warnamu menghangatkan, seperti jingga-nya kala matahari tenggelam. 
Kau terang benderang diantara kegelapan menyelimutimu. 
Kau ada disaat waktu yang tepat.
Aku selalu inginkan yang terbaik untukmu.
Semoga kau bisa mengatasi kegelapanmu.
Dan berubah menjadi warna jingga-nya matahari terbit.
Ada do'a rahasia yang kusematkan untukmu.
Bolehkah aku berharap itu terwujud ?
Karna aku sungguh menyayangimu dan berharap kita masih dipertemukan di perjalanan kehidupan selanjutnya dan tinggal di tempat kita berasal.


Source : google

Kalian adalah para warna yang selalu berubah-ubah.
Kadang menghangatkan layaknya sang jingga.
Kadang meneduhkan layaknya sang hijau.
Kadang menenggelamkan layaknya sang biru.
Kadang mendebarkan seperti merah.
Kadang manis layaknya permen kapas seperti sang merah muda.
Kadang aku tak mampu melihat apapun karna terlalu gelap layaknya sang hitam.
Kadang kalian terlalu menyilaukan layaknya sang putih.
Kadang aku tak mampu melihat warna-warna kalian karna sang abu-abu menyelimuti.

Ah kalian adalah segala warna untukku. 
Tak mampu mendeskripsikan kalian dengan satu warna.

Dan aku ?
Aku tak mampu mendeskripsikan aku sebagai warna apa.
Jika harus memilih, aku adalah sang abu.
Bukan karena ketidakjelasan. 
Tapi karena aku tak mampu memberikan warna-nya.
Bukan berarti kelam.
Tapi hanya perasaan meluap-luap itu saat ini tergantikan oleh sang abu-abu.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembahasan Webtoon The Second Marriage

Lagu dengan tema "Rumah"