Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Fans ? atau Fanatik ?

Aku mulai gelisah lagi dan sepertinya kali ini gak tahan ingin menulis. Dunia zaman sekarang musik itu sudah hal yang lumrah, setiap orang mempunyai penyanyi, group band, boy band dan girl band kesukaannya. Selama ini aku memperhatikan, ada sekelompok orang tertentu yang menyukai musisi segitu gilanya. Apapun yang musisi itu lakukan dia ikuti, apapun lagu yang di release musisi tersebut dia sanjung. Bukankah ini sudah dinamakan memuja ? Musisi tersebut sudah menjadi seseorang atau sekelompok yang diagungkan. Seperti "Wadidaw penyanyi A ini gue banget loh, lagu-lagunya berkelas." Dan sang pemuja ini, selalu mau idolanya menjadi yang terhebat. Apa yah, karena kamu menyukainya maka yang kamu inginkan adalah seluruh dunia harus tahu, bahwa yang kamu puja itu memang sehebat itu. Bahkan tidak segan-segan, sangking cinta butanya jadi merendahkan selera orang lain. Istilahnya mah, pokoknya yang saya sukai ini paling hebat. Apabila ada yang menjelekkan hal yang saya sukai ...

Sakit

Dari dulu aku selalu merasa, jika aku mencapai sesuatu aku juga akan kehilangan sesuatu. Aku sadar, gak semua hal yang kau rencanakan, yang kau inginkan akan terpenuhi semuanya. Seperti saat ini, Siapa yang ingin sakit ? Aku tahu betul sakit itu pemberian dari Allah SWT, entah itu adalah cara agar dosa-dosamu diampuni, atau itu tanda sebagai peringatan bahwa kau belum ibadah dengan maksimal, ada yang salah dengan hidupmu. Sayangnya aku bukan orang yang percaya diri, aku merasa ini pertanda dari Allah bahwa aku masih menjadi manusia yang lalai, yang sedang diingatkan, nikmat yang telah diberikan kepadaku semuanya bisa dicabut detik ini juga. Dokter memang memberikan semangat bahwa pasti sembuh asal tekun, rajin check up, rajin minum obat, makan makanan yang bergizi. Tapi sakit ini jujur menyiksa. Walau dokter bilang, "masih ada yang lebih parah kok." Berarti kenyataannya aku cukup parah. Masih terasa mimpi, selama ini sakit yang aku jaga betul adalah perutku, s...

Api

Ibu bilang jangan bermain api nanti terbakar. Kira-kira seperti itu. Api, jika ia adalah lambang di hatimu, sedikit percikan saja bisa membakar seluruh akal sehatmu. Entah itu karena sedang stress, bosan, tertekan, cemburu, marah. Kau merasa tak bisa melihat warna lain selain warna merah menyala. Kau tak suka ada percikan sedikitpun karena kau akan langsung meledak-ledak tanpa ada pemadamnya. Kenapa kau menjadi api ? Elemen dalam hidupmu sungguh rumit. Aku khawatir kau terkena penyakit kejiwaan. Kau akhir-akhir ini benci sekali ada percikan dan kau merasakan kesakitan sendiri karena kobaran apimu yang semakin tak terkendali. Aku tahu kau jenuh. Aku tahu kau frustasi karena jenuh. Tapi tak bisakah kau menenangkan jiwamu dan tak menunjukkan ketidaksukaanmu ? Kau terlalu ekspresif. Hentikan, kenakan topeng sandiwaramu dengan benar. Api salah satu hal yang tak disukai orang lain. Terlalu panas, mereka enggan dekat. Terlalu menyala, mereka enggan melihat nyala warnamu. Kau...

Gak suka

Kosanku tidak kedap suara. Jadi terkadang aku merasa gak suka mendengar terlalu banyak suara obrolan dan teriakan. Yang namanya wanita itu berisik, sangaaaaaaaaaaat berisik. Ketika mereka sangat bersemangat, mereka suka teriak teriak gak jelas. Yaah aku juga wanita, kadang juga lepas kontrol. Tapi sungguh sangat menyebalkaaaaaaaaan jika mereka melakukannya dekat-dekat jam istirahat. Kenapa aku harus sesensitif itu ? Aku mudah kesal dan mudah merasa bodo amat. Aku gak boleh terlalu kesal, karena jika aku melakukannya asam lambung akan naik dengan cepat. Entah sejak kapan aku mulai sangat sensitif dengan hal suara. Seperti kemarin aku ke kampus buat ngumpulin CD skripsi. Padahal di ruang perpustakaan. Tapi mereka berisik. Banyak suara obrolan tipis-tipis yang bergema diruangan tersebut. Lagi lagi ciwi ciwi dibelakangku ketawa ketiwi disertai suara jeritan kecil-kecil membuat moodku langsung terjun bebas. Rasanya kesal sekali. Aku bisa memakluminya jika mereka ada di mall tapi ini di...