Fans ? atau Fanatik ?
Aku mulai gelisah lagi dan sepertinya kali ini gak tahan ingin menulis.
Dunia zaman sekarang musik itu sudah hal yang lumrah, setiap orang mempunyai penyanyi, group band, boy band dan girl band kesukaannya.
Selama ini aku memperhatikan, ada sekelompok orang tertentu yang menyukai musisi segitu gilanya. Apapun yang musisi itu lakukan dia ikuti, apapun lagu yang di release musisi tersebut dia sanjung.
Bukankah ini sudah dinamakan memuja ?
Musisi tersebut sudah menjadi seseorang atau sekelompok yang diagungkan. Seperti "Wadidaw penyanyi A ini gue banget loh, lagu-lagunya berkelas."
Dan sang pemuja ini, selalu mau idolanya menjadi yang terhebat.
Apa yah, karena kamu menyukainya maka yang kamu inginkan adalah seluruh dunia harus tahu, bahwa yang kamu puja itu memang sehebat itu.
Bahkan tidak segan-segan, sangking cinta butanya jadi merendahkan selera orang lain.
Istilahnya mah, pokoknya yang saya sukai ini paling hebat.
Apabila ada yang menjelekkan hal yang saya sukai ini, berarti orang lain merendahkan selera saya.
Mungkin yah seperti itu.
Kalau dipikir-pikir, apa untungnya yah buat seorang fans ?
Uang yang kamu keluarkan untuk idolamu hanya akan membuat mereka semakin kaya.
Dan ketika idolamu berubah, para penggemar jadi semakin menggila karena sifat yang dipublikasikan sang idola kepada publik sudah tak sesuai seleramu. Yang tadinya kamu menyanjung, jadi berbalik arah menjadi benci.
Apakah ini juga efek dari cinta yang berlebihan ?
Karena menganggap sudah berkorban lebih ?
Manusia itu memang suka sekali yah, mengikuti manusia lain untuk dijadikan role model.
Hmmm aku jadi sadar sesuatu, tapi skip dulu, nanti dihujat "kamu bahas musik atau agama ?"
Btw, ini terjadi bukan pada bidang musik saja yah, hal seperti ini mah bahkan terjadi pada bidang lain juga.
Yang paling miris adalah ketika ada seseorang yang kamu anggap sebagai rival idolamu, seolah-olah dimatamu sang rival ini adalah batu kerikil yang akan menghancurkan ketenaran, kejayaan idola yang kamu sanjung. Kamu menjadi benci, gak suka jika sang rival merebut sinar idolamu.
Seolah-olah kamu merasa hanya idolamu itu saja yang boleh bersinar, yang lain mah ke laut aje.
Absurd abis yah ?
Kalau aku, iya aku emang sangat menyukai musik, seharusnya gak boleh tapi masih sulit lepas dari musik. Aku juga ada menyukai musisi yang tenar pada masanya.
Dan anehnya, sekarang aku gak terlalu suka musisi yang terlalu terkenal, apa yah istilahnya, seperti merasa muak dengan sinar yang terlalu terang ?
Kalau aku gak suka sama musisi A yaudah aku gak akan mendengar lagunya.
Dan jika aku suka musisi B, aku cuman sebagai penikmat saja, gak ada upaya lebih untuk beli perintilan yang dijual oleh mereka.
Sebagian fans pasti teriak, "Gak modal koe", atau "Bilang aja miskin".
Mungkin saja ada yang bedalih "Ini tuh upaya kami memberikan dukungan, lo mau yah buat karya tapi gak didukung, ini tuh mengapresiasi".
Oke saya terima kalau alasannya untuk mengapresiasi sebuah karya.
Tapi gak harus mengapresiasi karya A dengan menjatuhkan karya B kan ?
Okee si B emang karyanya jelek tapi gak perlu di hina kan ?
Beda menghina dengan memberikan saran.
Atau kritik yang dibumbui hinaan.
Karena manusia punya sifat memberikan dukungan, makanya jadi bisnis yang menjanjikan yah.
Seperti, aku membuat lagu terus dipamerkan.
Ada yang mendengar dan suka, lalu yang mendengar menyebarkan berita ada lagu yang menarik.
Sebagian manusia merasa tertarik, terus pembuat lagu punya ide seperti "kamu mau dengar ? Enak aja gratis, bayar dong kalau mau dengar".
Wkwkwkw ngayal abis.
Udah ah mumet ndasku, tanggung jawab soal kerjaan kantor aja masih banyak terbengkalai kok malah mikirin hal begini.
Dunia zaman sekarang musik itu sudah hal yang lumrah, setiap orang mempunyai penyanyi, group band, boy band dan girl band kesukaannya.
Selama ini aku memperhatikan, ada sekelompok orang tertentu yang menyukai musisi segitu gilanya. Apapun yang musisi itu lakukan dia ikuti, apapun lagu yang di release musisi tersebut dia sanjung.
Bukankah ini sudah dinamakan memuja ?
Musisi tersebut sudah menjadi seseorang atau sekelompok yang diagungkan. Seperti "Wadidaw penyanyi A ini gue banget loh, lagu-lagunya berkelas."
Dan sang pemuja ini, selalu mau idolanya menjadi yang terhebat.
Apa yah, karena kamu menyukainya maka yang kamu inginkan adalah seluruh dunia harus tahu, bahwa yang kamu puja itu memang sehebat itu.
Bahkan tidak segan-segan, sangking cinta butanya jadi merendahkan selera orang lain.
Istilahnya mah, pokoknya yang saya sukai ini paling hebat.
Apabila ada yang menjelekkan hal yang saya sukai ini, berarti orang lain merendahkan selera saya.
Mungkin yah seperti itu.
Kalau dipikir-pikir, apa untungnya yah buat seorang fans ?
Uang yang kamu keluarkan untuk idolamu hanya akan membuat mereka semakin kaya.
Dan ketika idolamu berubah, para penggemar jadi semakin menggila karena sifat yang dipublikasikan sang idola kepada publik sudah tak sesuai seleramu. Yang tadinya kamu menyanjung, jadi berbalik arah menjadi benci.
Apakah ini juga efek dari cinta yang berlebihan ?
Karena menganggap sudah berkorban lebih ?
Manusia itu memang suka sekali yah, mengikuti manusia lain untuk dijadikan role model.
Hmmm aku jadi sadar sesuatu, tapi skip dulu, nanti dihujat "kamu bahas musik atau agama ?"
Btw, ini terjadi bukan pada bidang musik saja yah, hal seperti ini mah bahkan terjadi pada bidang lain juga.
Yang paling miris adalah ketika ada seseorang yang kamu anggap sebagai rival idolamu, seolah-olah dimatamu sang rival ini adalah batu kerikil yang akan menghancurkan ketenaran, kejayaan idola yang kamu sanjung. Kamu menjadi benci, gak suka jika sang rival merebut sinar idolamu.
Seolah-olah kamu merasa hanya idolamu itu saja yang boleh bersinar, yang lain mah ke laut aje.
Absurd abis yah ?
Kalau aku, iya aku emang sangat menyukai musik, seharusnya gak boleh tapi masih sulit lepas dari musik. Aku juga ada menyukai musisi yang tenar pada masanya.
Dan anehnya, sekarang aku gak terlalu suka musisi yang terlalu terkenal, apa yah istilahnya, seperti merasa muak dengan sinar yang terlalu terang ?
Kalau aku gak suka sama musisi A yaudah aku gak akan mendengar lagunya.
Dan jika aku suka musisi B, aku cuman sebagai penikmat saja, gak ada upaya lebih untuk beli perintilan yang dijual oleh mereka.
Sebagian fans pasti teriak, "Gak modal koe", atau "Bilang aja miskin".
Mungkin saja ada yang bedalih "Ini tuh upaya kami memberikan dukungan, lo mau yah buat karya tapi gak didukung, ini tuh mengapresiasi".
Oke saya terima kalau alasannya untuk mengapresiasi sebuah karya.
Tapi gak harus mengapresiasi karya A dengan menjatuhkan karya B kan ?
Okee si B emang karyanya jelek tapi gak perlu di hina kan ?
Beda menghina dengan memberikan saran.
Atau kritik yang dibumbui hinaan.
Karena manusia punya sifat memberikan dukungan, makanya jadi bisnis yang menjanjikan yah.
Seperti, aku membuat lagu terus dipamerkan.
Ada yang mendengar dan suka, lalu yang mendengar menyebarkan berita ada lagu yang menarik.
Sebagian manusia merasa tertarik, terus pembuat lagu punya ide seperti "kamu mau dengar ? Enak aja gratis, bayar dong kalau mau dengar".
Wkwkwkw ngayal abis.
Udah ah mumet ndasku, tanggung jawab soal kerjaan kantor aja masih banyak terbengkalai kok malah mikirin hal begini.
Komentar
Posting Komentar