Sebuah Tulisan

Hati manusia itu aneh, walau aku ngerasa perasaan aku kayak naik roller coaster, kadang aku mikir apa orang lain juga mengalami apa yang aku rasa ?

Saat aku mengalami perasaan terguncang terhebat aku jadi berfikir begitu rapuhnya manusia ini, aku selalu berfikir dapatkah aku menyembuhkan luka ini lagi dan lagi?
Terkadang ada manusia yang lari dari kenyataan dan memilih keputusan yang salah. Aku berfikir lagi, apakah aku membuat keputusan yang benar atau inilah akibat aku lari dari luka yang ingin aku sembuhkan sehingga sekarang malah merasakan perasaan tersakiti sekali ?

Aku dihantui perasaan bersalah telah meninggalkamu, apa semua yang telah terjadi ini adalah kesalahanku, terakhir kali kita bertemu bukan perasaan senang yang aku dapatkan melainkan perasaan tidak enak, mengapa kamu terasa berbeda, apa karna lama tidak bertemu, apa kamu sudah tidak menganggap aku penting ? Kenapa tatapan matamu sangat menyebalkan, apakah kamu adalah manusia yang seperti itu ? Kenapa kamu menghindariku apakah aku mengganggumu ? Dan banyak lagi pertanyaan.

Aku tepiskan perasaan tidak enak itu dan berfikir positif tapi pada akhirnya kamu memang berbeda. Tiap kali aku sudah merasakan ketenangan, aku selalu hampa dan menyesalinya lagi, menyalahkan diri lagi dan luka pun tertoleh lagi, aku pernah terluka karna kehilangan orang dipanggil yang maha kuasa tapi ternyata kehilangan seseorang atas perbuatan manusia lebih sangat menyakitkan. Merasa terkhianati, merasa dicampakkan, merasa tidak dibutuhkan seolah kamu memutuskan tali silahturahmi.

Aku selalu berfikir yang tidak tidak sekarang, apakah aku bisa menemukanmu kembali dengan dirimu yang aku kenali atau aku bertemu denganmu dengan menjadi manusia yang aku benci. Walau aku inginkan akhir yang bahagia denganmu tapi entah kenapa perasaanku sangat tidak enak, aku takut aku tidak dapat menemukanmu lagi, aku takut kamu melihatku sangat murka karna aku tidak ingin memarahimu. Aku takut kamu jatuh terlalu dalam.

Mungkin saat ini perasaanmu terombang ambing tapi setidaknya pilihlah manusia yang bisa membimbingmu ke arah yang lebih baik, tidakkah kamu ingat perkataan bahwa jadi manusia itu harus kuat ?
Kenapa kekuatanmu malah menyakiti orang banyak. Selagi ada waktu, ingatlah kembali jgn membuat dirimu semakin jatuh, jangan selalu ikuti nafsumu.

Kamu yang selalu aku pikirkan, apa kamu bahagia ?
Apa kamu tertawa senang ?
Apa kamu merasa bebas ?
Apa kamu tidak butuh kami lagi ?
Apa kamu tidak ingin menghubungi aku lagi ?
Apa kamu tidak menyayangiku lagi ?
Apa kita tidak dapat bertemu lagi ?
Bahkan sedetikpun apakah kamu tidak mengingat kami ?
Apa hal ini yang selalu kamu inginkan ?
Apakah uang itu segalanya untukmu ?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembahasan Webtoon The Second Marriage

Lagu dengan tema "Rumah"

Jika Kau Warna