Langitpun Mendung
Suhu yang tidak menentu, langit yang cerah membuat butir-butir keringat keluar lebih banyak daripada biasanya. Tatkala sang mendung datang, akhirnya dia bisa bernafas lega karena tidak perlu berkeringat.
Tapi sang mendung tidak kunjung pergi, dia masih tetap seperti itu sampai bertahun-tahun lamanya. Ada kalanya ia ingin sinar hangat daripada langit yang mendung.
Langit yang mendung membuat ia bersembunyi didalam awan yang menghitam, bersembunyi terus sampai lupa caranya untuk pergi. Ketika sang matahari mulai ingin menyinari langit agar cerah, sang awan hitam dengan marah selalu berusaha membuat agar langit tetap mendung.
Hitam, pekat ...
Langit itupun mulai menitikkan rintik-rintik hujan. Hujan itu datang tiba-tiba tanpa adanya persiapan dari sang perindu sinar mentari. Setiap hari rintik itu terus turun, kadang hanya serintik tapi kadang menjadi badai. Langitpun menjadi lebih pekat.
Sang perindu sinar mentari mulai terbiasa dengan pekatnya langit yang mendung, seakan melupakan apa itu sinar mentari. Tanah yang dijatuhi rintikkan hujan pun tidak dapat menampung semua air itu. Tapi tetap dihiraukan sampai sesaat dia menyadari kalau dia akan mati jika terus berada pada pekatnya langit mendung itu. Dibalik langit yang pekat, ia yang setelah sekian lama bersembunyi mulai memberanikan diri untuk mencari langit yang cerah.
Angin membawanya terbang dari langit yang mendung ke tempat manapun semau angin, di suatu tempat ia merasakan dinginnya langit dan perlahan hampir membeku, ia pun menyadari bahwa langit mendung masih lebih baik dari langit yang dingin ini. Angin pun membawanya terbang lagi ke langit yang memperlihatkan keindahan tapi bila didekati keindahan itu hilang. Ia merasa sedih yang ia mau hanyalah sedikit saja merasakan sinar mentari itu. Tidak bukan sedikit, ia begitu merindu ingin merasakan kembali langit cerah yang membuat hatinya hangat.
Angin melihat kekecewaan yang dirasakan olehnya, angin merasa bersalah tapi juga ingin menguji si perindu langit cerah. Angin pun berpesan agar dia harus menjadi kuat agar dapat bertahan dari godaan langit mendung, agar ia dapat mengatasi langit yang membeku, dan langit yang memiliki keindahan semu.
Ia sadar kalau ia telah digoda sang langit mendung, ia pun mulai kembali pada langit mendung dan berniat untuk mengalahkannya. Ia berfikir jika dia mengalahkan langit mendung ini maka suatu saat dia akan berjumpa kembali dengan langit yang hangat.
Sang angin riang dengan kesungguhannya, dan menantikan saat ia mengalahkan langit mendung, sesekali ia berhasil mengalahkan langit mendung dan merasakan sedikit sinar pada langit. Namun tak pernah lama, langit mendung selalu menggodanya bahkan sang angin yang masih selalu menguji membuat ia lebih sering berada di langit mendung.
Ia menyadari, pekatnya langit mendung ini membuatnya untuk belajar agar sang awan hitam menyingkir agar ia pada akhirnya merasakan langit cerah nan hangat, langit mendung tidak selamanya buruk, selama dia tidak tergoda olehnya. Langit mendung mengajarkan banyak hal padanya, dari hari kehari ia semakin kuat untuk menghadapi langit pekat itu. Walau butuh proses yang panjang tapi langit mendung pasti akan selalu menyingkir agar ia merasakan langit yang hangat dan membuat ia merindukan langit hangat itu.
Komentar
Posting Komentar