Burung Dalam Sangkar
Kau memiliki perawakan yang indah.
Kau banyak dikagumi banyak orang.
Kau banyak dikagumi banyak orang.
Fisikmu, keindahan sayapmu, membuat semua orang ingin memilikimu.
Tapi kau tidak bisa terbang bebas dengan sayapmu. Kau hanya bisa mengepak ngepak sayapmu dalam sangkar sempit itu.
Matamu mengatakan ingin menari-nari disaat hujan turun.
Matamu mengatakan ingin berpetualang dengan kawananmu.
Matamu mengatakan ingin berpetualang dengan kawananmu.
Kau melihat sayapmu dan bergumam,
"Hei sayap, kau pasti ingin terbang bebas jika bukan ada benda penghalang ini".
"Hei sayap, kau pasti iri kan dengan burung yang tidak memiliki sayap seperti kamu, lihat dia mengepakkan sayap sederhananya itu, kemanapun dia mau."
Burung dalam sangkar itu berciut ciut "Keluarkan aku !!
Biarkan aku terbang!!"
Biarkan aku terbang!!"
Burung itu putus asa dan hanya bisa berdiam diri melihat birunya langit.
Disuatu ketika ada burung-burung lain yang menghampirimu, diantara burung itu ada yang jahat dan ada yang baik padamu.
Yang baik ingin menolongmu dengan tulus, yang jahat ingin menolongmu namun bisa menyesatkanmu.
Tapi kau tidak peduli, yang kau inginkan segera sangat segera bisa terbang bebas diudara, siapapun dia jika dia menolongmu kau akan ikut dengannya.
Sang pemilik sangkar sepertinya tahu kamu berubah jadi semakin agresif, bukannya jadi merasa bersalah telah mengurungmu dia mulai membatasi makananmu.
Burung itu semakin murka, semakin marah, semakin membenci penghalang itu.
Waktu terus berputar, dan penghalang itu semakin rapuh, berkat bantuan burung lain, kaupun terbang bebas untuk sekian lamanya.
Hatimu berbunga, kau menari-nari diudara, menciut-ciut kegirangan. Semua baik dan buruk kau lakukan, seakan kehilangan kendali pada nalurimu.
Sang pemilik sangkar menatap sangkar lusuh itu, dia berfikir seharusnya aku membiarkanmu terbang bebas, seharusnya aku tidak membatasi kebutuhanmu. Seharusnya seharusnya selalu ada diotaknya tapi kemudian dia marah, kenapa kau pergi meninggalkanku, kau begitu indah jadi aku takut kau pergi dariku. Kubuatkan sangkar itu agar kau bisa tinggal disana. Kenapa kenapa dan kenapa sekarang yang ada dipikirannya.
Sang burung entah dia rindu ataupun tidak, entah dia terbang kemana pun tidak banyak diketahui oleh burung-burung lainnya.
Banyak kabar beredar, burung itu sudah tidak indah, dia sudah kehilangan kecantikan sayapnya. Dia kehilangan akan kendali dirinya karena kebebasan.
Sedangkan ada burung lain yang dimemiliki oleh pemilik yang sama namun berbeda sangkar, dia mengetahui si burung cantik itu lebih dari siapapun, dia yang juga sudah dibiarkan terbang merindukan saat dimana si burung cantik itu menyayanginya yang juga sama-sama merasa sedih didalam sangkar.
Setidaknya banyak orang yang menantikan dia kembali,
menantikan dia kembali dengan sayap indahnya, apalagi si burung kecil kesepian itu, dia sangat merindukan kehangatan sayap indah itu.
Komentar
Posting Komentar