Ketika Wanita Jatuh Cinta
Cinta penuh dengan teka teki, sekejap bisa membuat hati melayang tidak karuan, pikiran teracuni oleh bayang seseorang yang dicintainya.
Ketika seorang wanita jatuh cinta kepada lawan jenis, itu bisa bagai racun atau bagai penyembuh atau malah pria itu adalah bayangan.
Jika pria yang dicintainya adalah racun itu sendiri, wanita yang kehilangan logikanya akan memberikan semua yang ada didiri dia atas nama cinta. Begitu membutakan, begitu terbuai atas janji manis yang diberikan si pria. Bahkan orangtua, saudara, sahabat bisa diabaikan nasehatnya hanya karna rasa cinta dia kepada sang pria. Sungguh racun.
Ketika sang pria itu adalah penyembuh, maka pria itu tidak akan berani memberikan janji manisnya kepada sang wanita, wanita biasanya mencintai pria penyembuh ini dalam diam. Bisa saja sang pria adalah pria yang bijaksana, pintar, berprinsip dan dekat dengan Tuhannya. Sang wanita mencintai segala yang ada pada sang pria, karna rasa cintanya dia berusaha memantaskan diri untuk pria tersebut. Walau belum tentu sang wanita akan menjadi jodohnya tapi sang wanita dalam cintanya berusaha menjadi wanita yang akan dipilihnya. Sang wanita jadi berusaha mendekati Tuhannya agar dapat dipersatukan dengan sang pria. Dia belajar jadi wanita yang bijaksana juga, belajar memperbaiki dirinya. Yang membuat ia semakin dekat juga dengan sang pencipta. Sungguh cinta yang penyembuh.
Ketika sang pria itu adalah bayangan, alias kamu mencintai pria yang sifatnya kamu kagumi tapi belum dipertemukan dengan wujud pria impianmu, sang wanita yang mencintai pria ini, selalu dilanda dengan lamunan, melamun sang pria yang akan mendatangi-nya secara romantis bagai pangeran berkuda putih. Wahai wanita bangunlah, pria itu yang sesempurna itu tidak ada. Yang ada kamu akan mensia-siakan pria baik yang serius menikahimu. Dikondisi seperti ini sang wanita bisa berubah menjadi baik dekat dengan Tuhannya untuk dipertemukan dengan pria idamannya atau wanita yang akan menjadi pengkhayal sejati.
Jadi wahai wanita yang sedang jatuh cinta, lihat kembali siapa pria yang kamu cintai.
Racunkah ia ?
Penyembuhkah ia ?
Atau pria bayangankah ia ?
Racunkah ia ?
Penyembuhkah ia ?
Atau pria bayangankah ia ?
Jika ia adalah racun, lebih baik kamu tinggalkan sebelum racun itu semakin mematikanmu, kamu tidak akan mati melepas racun itu, justru jika semakin kamu bersama racun itu kamu akan hancur.
Jika ia adalah penyembuh, tetaplah kamu memperbaiki diri, tetap sabar pada rasa yang dihatimu, jika ia adalah jawaban atas do'amu, maka kamu dan dia tetap akan dipersatukan dengan cara yang baik. Jangan sampai lelah untuk meminta kepada Tuhanmu untuk bisa dijodohkan dengan ia. Tapi jangan sampai semua yang kamu lakukan diniatkan hanya untuk menarik perhatiannya. Tetaplah dekati Tuhanmu dengan niat karna ia yang Esa.
Jika ia adalah bayangan, bangunlah, lihatlah sekitaran pria yang lain, banyak memang yang racun tapi masih ada pria baik diantara racun itu. Tidak ada salahnya memang menantikan pangeran berkuda putih, tapi jangan habiskan waktumu menantinya sampai menolak banyak pria.
Komentar
Posting Komentar