Rindu
Ketika rasa rindu itu hadir, aku bisa apa ? Hanya bisa merangkul rasa ini. Walau menyiksa, walau tiada penawarnya tapi rasa ini akan selalu hadir semaunya. Saat mencoba memejamkan mata, Serpihan ingatan mulai mengganggu, membuat rasa rindu semakin kuat. Semakin erat pula aku merangkulnya. Sang perindu hanya bisa membunuh perasaannya lagi dan lagi. Menyibukkan diri, lalu sendiri dan dia datang lagi. Seberapa kuat mencoba berdamai, Tapi rindu itu memang tidak tahu diri. Dia hadir lagi dan lagi. Pelukan hangat dan senyum ibu, Aroma masakan ibu, Makan bersama dan berbagi cerita, Liburan bersama dan berbagi canda tawa, Suasana hangat ketika ngumpul bersama, Bintang-bintang yang bersinar di teras rumah. Rindu aku rindu. Ah haruskah aku membunuh lagi dan lagi ? Bagaimanapun aku membunuhnya, Rasa ini hanya semakin pekat. Bagaimana ini, Waktu tidak sepenuhnya menyembuhkan rasa rindu menyedihkan ini. Bagaimana ini, Aku tak mampu benar-benar mengunci rasa rindu in...