Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2017

Rindu

Ketika rasa rindu itu hadir, aku bisa apa ? Hanya bisa merangkul rasa ini. Walau menyiksa, walau tiada penawarnya tapi rasa ini akan selalu hadir semaunya. Saat mencoba memejamkan mata, Serpihan ingatan mulai mengganggu, membuat rasa rindu semakin kuat. Semakin erat pula aku merangkulnya. Sang perindu hanya bisa membunuh perasaannya lagi dan lagi. Menyibukkan diri, lalu sendiri dan dia datang lagi. Seberapa kuat mencoba berdamai, Tapi rindu itu memang tidak tahu diri. Dia hadir lagi dan lagi. Pelukan hangat dan senyum ibu, Aroma masakan ibu, Makan bersama dan berbagi cerita, Liburan bersama dan berbagi canda tawa, Suasana hangat ketika ngumpul bersama, Bintang-bintang yang bersinar di teras rumah. Rindu aku rindu. Ah haruskah aku membunuh lagi dan lagi ? Bagaimanapun aku membunuhnya, Rasa ini hanya semakin pekat. Bagaimana ini, Waktu tidak sepenuhnya menyembuhkan rasa rindu menyedihkan ini. Bagaimana ini, Aku tak mampu benar-benar mengunci rasa rindu in...

Overthinking

Gambar
Source : Google Mungkin overthinking itu adalah penyakit, dapat menyerang siapa saja terutama kaum seseorang yang menuju dewasa. Rasa lelah dari berfikir berlebihan itu terlalu kuat. Dalam sehari mood seseoranhg bisa berubah drastis karna pemikirannya. Banyak yang menyatakan bahwa overthinking itu bisa disebabkan karna sang pemikirnya adalah tipe perfectionist. Kalau berkaca pada aku yang notabene sang author, aku gak punya sifat perfectionist. Kadang masih santai kalau melihat hal-hal yang berantakan, seperti kamar aku yang berantakan. Tapi kadang merasa stres sendiri lihat kamar yang berantakan tapi apa daya tenaga dan uang yang kepakai hal yang lain belum bisa mewujudkan kamar rapih. Back to the topic, jika ada nyempil sedikit saja salah, entah salah dalam bicara ataupun apa itu jatuhnya jadi nyesal dan berfikir terus menerus, seharusnya begini, seharusnya begitu. Capek mikir terus tapi gak bisa berhenti buat memikirkannya. Parahnya sesuatu hal yang m...

Hujan

Gambar
Banyak manusia benci akan kedatanganmu,  Mengeluh akan hadirmu, Takut akan basah ketika kamu hadir, Seolah kamu adalah pengganggu. Tapi percaya deh, banyak juga manusia yang menyukai kamu hadir, Rintik demi rintik yang menenangkan, Hewan-hewan yang menyambut kedatanganmu, Tumbuhan yang senang akan hadirmu. Lihat, ada beberapa burung yang terbang kesana kemari ketika kamu hadir serintik-rintik. Ada manusia yang mengambil payungnya agar dapat berjalan dirintikan airmu. Bagi beberapa orang akan menikmati kamu hadir semaunya. Ada yang menggurutu, Ada yang berlari-larian di rintikanmu, Ada yang membaca buku, Ada yang memilih untuk tidur, Ada yang membuatmu sebagai alasan, Ada yang jatuh cinta, Ada yang baper. Sepertinya kamu identik dengan segala hal. Tapi aku takut ketika kamu hadir akan membawa sang petir, karna aku hanya menyukaimu apa adanya tanpa sang petir. Mungkin orang lain juga seperti itu. Wahai sang anugrah, yang datang tidak menent...

Jangan Lagi

Di perjalanan hidup itu, akhirnya Sky bisa melepaskan ego-nya, rasa dihatinya, rasa ketidakberdayaannya, rasa pekat dihatinya, rasa gelisah yang selalu menghampiri, Sky akhirnya merelakan satu persatu tangan yang dia genggam. Kali ini benar-benar melepaskannya. Bermula dari Earth, seiring jalannya waktu, Sky dan Earth selalu berbeda, berbeda yang tidak bisa disatukan, benar-benar sangat berbeda bagai magnet yang saling tolak menolak. Sky melonggarkan genggamannya, mulai mengerti, jangan paksa lagi, jangan lagi, ini bahaya jika saling tolak menolak ini bahaya, untuk sekarang dan untuk masa yang akan datang. Akhirnya Sky pun melepas genggamannya. Sedih ? Jelas sedih, tapi anehnya rasa gelisah didalam hatinya pun berkurang. Sky yang kelelahan perlahan merasa mulai hidup kembali. Walau awalnya Sky masih menjulurkan tangannya ke Earth berharap dia mengerti Sky dan menggenggam tangan itu lagi. Yang kedua, Sky melepaskan bintang-bintang yang ada dihatinya, bintang yang selalu menyinari h...