Hujan


Banyak manusia benci akan kedatanganmu, 
Mengeluh akan hadirmu,
Takut akan basah ketika kamu hadir,
Seolah kamu adalah pengganggu.

Tapi percaya deh, banyak juga manusia yang menyukai kamu hadir,
Rintik demi rintik yang menenangkan,
Hewan-hewan yang menyambut kedatanganmu,
Tumbuhan yang senang akan hadirmu.

Lihat, ada beberapa burung yang terbang kesana kemari ketika kamu hadir serintik-rintik.
Ada manusia yang mengambil payungnya agar dapat berjalan dirintikan airmu.

Bagi beberapa orang akan menikmati kamu hadir semaunya.
Ada yang menggurutu,
Ada yang berlari-larian di rintikanmu,
Ada yang membaca buku,
Ada yang memilih untuk tidur,
Ada yang membuatmu sebagai alasan,
Ada yang jatuh cinta,
Ada yang baper.

Sepertinya kamu identik dengan segala hal.
Tapi aku takut ketika kamu hadir akan membawa sang petir, karna aku hanya menyukaimu apa adanya tanpa sang petir. Mungkin orang lain juga seperti itu.

Wahai sang anugrah, yang datang tidak menentu, yang memberikan aba-aba datang tapi belum tentu datang.
Wahai sang penenang, rintikanmu yang perlahan jatuh ke permukaan bumi begitu indah.

Aku jatuh cinta lagi dan lagi saat melihatmu,
Aku patah hati lagi dan lagi saat melihatmu,
Aku memutar banyak kenangan lagi dan lagi saat kamu hadir.

Wahai sang pencipta,
Terimakasih telah engkau hadirkan hujan untuk umatmu,
Terimakasih telah ada penyejuk disaat kering kerontangnya bumi.
Terimakasih membuat suara air hujan itu begitu merdu.

Terimakasih.
Dari aku salah satu manusia yang menyukai hujan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembahasan Webtoon The Second Marriage

Lagu dengan tema "Rumah"

Jika Kau Warna