Gemerisik Ilalang

Source : google


"Aku tak mengerti tentang dia."
"Apa maksudmu, dia yang kau bicarakan siapa ?"

Ilalang menari-nari tertiup angin. Mereka sedang berbincang-bincang tentang "dia" yang bahkan para ilalang tak tahu siapa dia.

"Dia ... Ah saat pertama kali aku melihatnya, dia tertawa seperti anak kecil, menggemaskan, tidak seperti aku."
"Ah aku bingung, memangnya kau punya wajah ?" sahut ilalang lainnya.
"Aku bahkan tak menyukai dia pada awalnya karena dia sangat berisik." sahut ilalang lainnya.
"Matanya juga menggemaskan, tidak terlalu sipit tapi juga tak belo."
"Ehh!! yang paling menggemaskan ketika pipinya jadi chubby."
"Tidak!! Matanya, matanya yang paling menggemaskan, apalagi ketika ia menatapku seperti anak kucing".
"Kalau aku, suka dia yang sedang berbicara suaranya sangat renyah seperti kerupuk."
"Ck..ck..ck, yang paling mengesankan ketika ia selalu bertingkah manis menyiramiku agar aku tumbuh dengan baik".
"Jadi yang kau sukai dari dia itu sifatnya atau wajahnya ?"

Semua ilalang pada menari-nari tanpa suara.
Benar yang ilalang sukai dari dia itu apa ?

"Aku sebal dengan sifatnya."
"Aku menyukai semuanya."
"Sepertinya kalian punya pendapat masing-masing tentang dia".
"Aku tak menyukai keraguan di matanya."
"Ehh.. bukankah kita ini yang mempunyai banyak keraguan ?"

"Aku tak mau dia datang lagi" sahut salah satu ilalang dengan tegas.
"Kenapa ? kau benci ?"
"Tidak, hanya saja kau tahu, aku memang menyukainya tapi aku tak ingin dia yang merawatku."

"Ah emang ada yang mau merawatmu ?
 Kita ini ilalang heii."

Sekali dua kali ada ilalang yang cekikikan.
Benar siapa yang akan merawat para ilalang ini.

"Tanpa dirawat aku bisa tumbuh sendiri" sahut ilalang lainnya dengan egois.
"Apa ? ah tapi memang benar, kita ini kan ilalang."

"Tapi mau gimana lagi, aku tak mau dia datang terus-terusan"
"Kau tak mau merasakan sesaat dianggap penting dan kemudian hanya ilalang biasa ?"

Sekarang ilalang menari-nari tertiup angin dengan gelak tawa.

"Sekarang aku memimpikan dia yang aku impikan datang"
"Seperti pangeran ?"
"Ahh...lucu sekali, kita ini ilalang."
"Biar saja, walau aku ilalang mungkin bisa punya harapan yang egois."

Sepertinya ilalang akan terus berbincang mengenai dia, dia ini siapa ?
Dia ini yang mana ?
Dia ini seorangkah ?

Hanya para ilalang itu sendiri yang tahu.
Mereka memang asyik sekali menceritakan dia, dia, dan dia yang mereka kenal dan mereka lihat.
Walau dia yang sepintas jalan, atau mungkin dia yang diharapkan untuk mengunjungi mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembahasan Webtoon The Second Marriage

Lagu dengan tema "Rumah"

Jika Kau Warna