Ikhlaslah..

Tahu dialog antara Fahri dan Aisyah di film Ayat Ayat Cinta ?
Ketika Aisyah merasa sangat terganggu dengan kehadiran Maria diantara mereka.

Fahri mendatangi Aisyah yang ingin melarikan diri dari rasa cemburu-nya, rasa yang menyesakkan dihati. Kurang lebih dialog-nya seperti ini :

" Ikhlas Aisyah ... itu yang sedang berusaha aku jalani.
 Aku tidak ikhlas menerima kamu lebih kaya daripada aku.
 Aku tidak ikhlas menerima kondisi kita bertiga dengan Maria .... "

Pada film itu, ada kisah yang disuguhkan untuk belajar ikhlas. Bahwa sebegitu beratnya ikhlas untuk tokoh wanita seperti Aisyah. Dan untuk Fahri yang difitnah memperkosa, bahwa ia juga manusia yang menangis ketika cobaan fitnah itu begitu menyakitkan untuknya. Belum lagi sebagai kepala keluarga ia merasa tersakiti harga diri-nya sebagai pemberi nafkah. Dan ia terombang ambing dalam adil yang harus ia lakukan agar tak menyakiti Aisyah dan Maria.

Aku tak akan menceritakan bagaimana pendapatku dengan film tersebut. Tapi Ikhlas-lah yang ingin aku bahas. Membicarakan ikhlas bahwa itu seolah kata-kata yang mudah sekali diucapkan. Kau tahu, praktek untuk melakukan ikhlas itu sungguh sangat tidak mudah.

Ketika seseorang ditimpa musibah.
Pasti tak luput kita nyatakan "Ikhlaslah."

Ikhlas ?
Menerima sesuatu hal yang tak kita inginkan dan harus ikhlas ?

Tapi bukan hanya dengan takdir dan permasalahan hidup yang harus di ikhlaskan.
Ibadah kepada Allah SWT juga perlu yang namanya ikhlas.

Pernahkah merasa begitu malasnya untuk sholat untuk baca Al-qur'an ?
Begitu ringannya meninggalkan kewajiban hanya untuk mengejar dunia.

Atau masih merasa tak tenang ketika sudah melakukan sholat, merasa lelah, merasa gelapnya hidup padahal sudah rajin ibadah ?

Pertama pasti bertanya, sudah benarkah sholat kita, ibadah kita ?
dan bertanyaan terbesar adalah sudah ikhlaskah kita dalam melakukan segala ibadah kita baik wajib dan sunnah ?
Bukan hanya sekedar melakukan gerakan sholat tanpa dinikmati ?
Melakukan sholat dengan terburu-buru ?

Atau karena rajin hanya ingin dipuji bahwa kamu sholeh/sholehah ?
Kamu beribadah untuk dipamerkan bukan untuk dirimu sendiri ?

Ikhlas itu mulia.
Dan seseorang yang benar-benar bisa melakukan ikhlas pasti akan terselamatkan walau dia mungkin hanya berlaku ikhlas hanya sesaat saja.

Apalagi sepanjang masa.
Manusia sedang berjuang untuk ikhlas, karena bagi aku yang terberat dalam hidup adalah ikhlas.

Setiap aspek dalam hidup memerlukan yang namanya ikhlas.
Tidak ada rasa tidak terima pada takdir, pada kesombongan diri, pada hal yang diinginkan tapi masih juga belum diberikan.

Untuk kamu yang tengah berjuang.
Hati memang mudah sekali dibolak-balikkan, tapi berjuanglah melawan riya, melawan nafsu pada dirimu. Ikhlaslah...

Berjuanglah untuk ikhlas.
Agar ibadahmu dapat menyelamatkanmu di hari pembalasan nanti.
Jangan jadikan ibadahmu pedang bermata dua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembahasan Webtoon The Second Marriage

Lagu dengan tema "Rumah"

Jika Kau Warna