Kapan Nikah ?
A : Halo apa kabar, kapan nikah ?
Ya itu adalah pertanyaan permulaan untuk seseorang yang sudah dikategorikan "dewasa".
A : Kapan ?
B : Insha Allah, ketika sudah mantab.
A : Kapan rasa mantab itu ada ?
B : Iya gak tahu, ini lagi berusaha untuk memantabkan.
A : Besok sudah mantab ?
B : Eh, besok ? Kalau besok, belum siap.
A : Siapnya kapan ? Apa gak akan mau nikah ?
B : Emmm.
A : Terus jadi gimana, kapan ?
B : Tunggu selesai kuliah.
--- END ---
Itu adalah contoh percakapan pertanyaan kapan nikah yang ekstrem. Tapi bisa dihentikan dengan alasan klise.
Manusia memang tidak bisa hidup sendirian, harus butuh minimal 1 orang untuk bisa diajak cerita, diajak berargumen, diajak main-main.
Untuk itu nikah adalah salah satu untuk mendapatkan teman yang baik. Kenapa ?
Karena dengan nikah, kau akan hidup dengan orang asing, yang akan selalu di dekatmu. Dia harus bagaikan rumah baru yang nyaman. Kau nyaman melihatnya, kau harus bijak dalam tingkah laku yang akan dia tunjukkan.
Sekali kau menerima atau membawa orang asing itu, kau gak bisa seperti anak kecil merengek meminta pulang / mengusirnya.
Kau harus ikhlas menerima dia yang sesungguhnya, maka dari itu dalam keputusan nikah, mesti hati-hati jangan sampai kau harus hidup dengan seseorang yang tak nyaman untukmu.
Atau pada awalnya saja yang nyaman, seolah kau tahu dia seperti apa dari tingkah sehari-harinya. Kau juga bisa kecewa karena dia yang kau lihat sehari-hari ternyata tak sesempurna itu.
Menikah itu mendebarkan,
Karena jika salah pilih, kau akan merugi.
Menikah itu indah,
Karena ada teman terbaik disisimu, orang terdekat selain ayah dan ibumu.
Menikah itu harus siap segala ujian,
Karena jika kau sabar, pahalanya banyak. Dapat mengantarmu ke surga. Setiap detiknya pahala.
Jadi, kapan nikah ?
Ya nanti tunggu selesai kuliah. Kalau sudah selesai kuliah akan di pertimbangkan.
Saat ini masih rambu merah.
Komentar
Posting Komentar