Tak Mengerti

Terkadang aku sungguh tak mengerti tentang manusia, dengan segala rupa sifat uniknya.
Walau kelihatan ada yang mirip tapi manusia itu selalu unik.
Untuk itu aku masih perlu loading panjang dalam memasukkan inputan komponen komponen tiap bertemu dengan orang-orang baru untuk menghasilkan output yang nyata.
Halah. Belepotan.

Intinya aku masih kesulitan untuk menerima keunikan para manusia. Aku terlalu lama memproses.
Kalau ada kontes manusia paling lola sedunia, mungkin aku bisa ikut dan menang hahaha.
Memproses itu perlu, untuk meminimalisir kemungkinan hal-hal imajinasi yang akhirnya malah memanipulasi ikatan yang nyata.

Kata bang Tere Liye, intinya kau akan bingung mana ikatan yang palsu dan nyata.
Kalau naik motor, ngerem itu adalah hal yang wajib ada kan ?
Nah itu, aku keasikan belajar ngerem. Takut blong rem-nya kalau gak dipakai.
Entah kenapa, saat manusia bersosialisasi ada aja kode yang nyempil dan aku merasa harus memecahkannya yang berakibat aku pusing. Akhirnya malah ambil jalan pintas dengan membuat asumsi paling aman.

Sosialisasi itu sulit, karna aku terlalu ngerem karna gak mau kebablasan bicara. Tapi ketika gak sadar terlalu banyak bicara aku malah ngerasa selalu berakhir menyakiti perasaan manusia lainnya. Yah namanya juga manusia yah, pasti ada aja konflik-nya.
Kalau tak pernah dibicarakan mana bisa ngerti yah ?
Huft, makanya aku benci bicara panjang lebar kalau intinya cuman satu kata.
Dan aku selalu berpegang teguh, gak semua hal harus kamu ketahui. Biarlah kode tetap kode. Pffft.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembahasan Webtoon The Second Marriage

Lagu dengan tema "Rumah"

Jika Kau Warna