Bagaimana Caranya Memahami ?
Perasaan manusia itu sungguh sangat kompleks.
Buat aku yang menulis ini, bahkan sering gagal memahami perasaan sendiri, bagaimana caranya berhasil memahami perasaan orang lain ?
Aku suka membaca berita, novel, komik.
Aku suka menonton, film, drama, anime/kartun, variety show.
Aku suka mendengarkan musik apapun genre asalkan aku tertarik.
Dari hal-hal itu, memang benar aku belajar memahami manusia.
Tapi apakah kalian tahu kesalahan fatal-nya ?
Terkadang sang sutradara, webtoonist, penulis, memberikan POV masing-masing karakter, sehingga pembaca/penonton bisa mendalami karakter tersebut, bisa memahami kerumitan hubungan yang mereka jalin, bisa melihat bagaimana caranya mereka berhasil atau tidaknya berkomunikasi.
Akuu selalu merasa bersimpati, pada karakter yang "malang", diawal bisa saja dia karakter yang menjengkelkan, tapi karena penulis memberikan POV-nya, aku bersimpati padanya.
Dia bukan karakter utama pada cerita, dia pernah sangat dicintai tapi tidak tahu bagaimana caranya mencintai, dia menyakiti orang-orang yang mencintai dirinya.
Memang pada dasarnya, itulah perannya untuk karakter utama, tapi aku lebih bersimpati padanya, terluka untuknya, karena di dunia nyata. Itulah yang banyak terjadi karena kompleks-nya sifat manusia.
Di dunia asli, sangat sulit memahami manusia lainnya karena tidak pernah dapat contekan POV manusia lainnya. Hanya diri sendiri yang dapat diandalkan untuk memahami itu semua, tentu saja penuh dengan miss, miss, miss and then hit.
Semakin menambah umur, rasanya tidak gerak-gerak alias tidak mendapatkan character development.
Aku selalu merasa, jika aku adalah pemeran utama, aku sudah pasti dicaci-maki sangking tidak ada jiwa hero atau sisi kerennya.
Semua hal yang aku tonton selalu sama kuncinya dalam memahami yaitu "komunikasi".
Berkomunikasilah, luruskan kesalahpahaman.
Tapi kadang ada hal yang perlu dijauhi ketika merasa buntu dalam komunikasi.
Yaitu pada karakter yang ingin menang sendiri, tidak tahu letak salahnya, serakah, pembohong, manipulator.
Jika sudah berhubungan dengan manusia-manusia tersebut lebih gampang memilah manusia mana yang lebih bisa untuk diajak saling memahami kan ?
Tapi bagaimana caranya memulai jika sudah sangat muak pada sifat-stfat manusia itu ?
Bahkan pada sifat diri sendiri, sisi gelap yang dirimu sendiri sadari dan membenci diri sendiri sehingga merasa tidak pantas untuk orang lain ?
Pernahkah ?
Harus ada sifat pantang menyerah dalam berusaha memahami.
Karena berusaha berkomunikasi saja tidak cukup.
Level tertinggi saling memahami itu, dengan menatap matanya saja sudah bisa tertelepati harus apa, apa yang dia pikirkan bukan ?
Lalu hal yang paling mengerikan adalah, bisa mudah bersimpati pada karakter tidak nyata dibandingkan manusia asli. Karena itulah tanpa disadari, walaupun berusaha memahami tapi tetap saja menyakitinya.
Seperti lagu Shawn Mendes yang Like to Be You.
Lalu bagaimana caranya untuk tetap fit in diantara para manusia disaat dirimu sendiri merasa lelah berkomunikasi tapi mereka tidak ?
Bahkan itu kepada seseorang yang melahirkannya.
Terkadang pada saat seseorang itu menyadari bahwa rasa semangatnya dipatahkan oleh tanggapan yang pasif, kayak apakah ada 1 didunia ini yang akan tetap akan bersamanya walaupun dia adalah seseorang yang sepasif itu, setidak seru itu, yang masih egois ingin waktu untuk dirinya sendiri ?
Bagaimana caranya mendapatkan seseorang yang memahami seperti itu ?
Yang akan tetap berada disisimu, bahkan tanpa mengucapkan satu kata pun ?
Yang bahkan tetap tersenyum untukmu disaat kegagalan komunikasi itu ada ?
Yang mampu menenangkannya walaupun hatinya sendiri juga sedikit lelah dan terluka ?
Yang akan terus bisa saling support satu sama lain.
Rasanya sangat menakjubkan sekali yah.
Rasanya jika ada, hanya 1 orang yang seperti itu akan sangat berharga seperti berlian tidak bisa dibandingkan dengan harta apapun.
Semoga walau sering miss dalam hal memahami, semoga setidaknya dipertemukan dengan 1 pendamping yang bisa selalu berusaha saling memahami. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar