Halo 30
Halooo 30.
Alhamdulillah ya, sampai dititik ini, aku bertahan di dunia yang fana ini.
30 loh, gak nyangka, terkadang aku membayangkan bagaimana nanti aku ketika 40, 50, 60 dst.
Dari kecil aku paling takut menua, karena aku selalu merasa dunia orang dewasa itu rumit.
Walau begitu, aku juga tidak sabar menjadi dewasa, karena keterbatasan ruang gerak ketika masa kanak-kanak itu menyesakkan, aku ingin jadi dewasaaaaaa walau pahit yaaa.
Aku selalu merasa walau tidak sempurna, tapi dunia anak-anakku itu sungguhlah berwarna hihihi.
Baiklah mari kita mulai, apa sih yang beda dari 30 ?
Sama aja sih pemirsaaaa, tapi aku merasa ada harapan baru, walau sama takutnya ketika aku berumur 20 tahun, aku merasa ada harapan, walau dunia ini menuju ancaman peperangan dimana-mana, kekisruhan ekonomi dimana-mana, tapi entah kenapa aku merasa bisa menatap dunia dengan setitik harapan cerah *ceilah.
Menikah ? wkwkwk.
Jujur aku gak terlalu ingin, walau mungkin ketika lagi baca komik, selalu ngomong, "YaAllah jodohku dimana aaaaaaaa".
Tapi setelah sibuk, lupa lagi sama namanya menikah wkwkwkw.
Aku pindah ke kota kelahiran setelah 10 tahunan merantau.
Rasanya, yunda dimasa lalu tidak akan mau memilih pilihan itu, tapi aku yang sekarang yang sudah dewasa ini bisa memilih pilihan itu.
Kembali bertemu sanak saudara, orang-orang yang baru, terasa challeging yah !
Aku mendapatkan kerjaan baru yang walau masih jauh dari harapan, tapi aku bisa juga tanpa bayang-bayang saudara ditempat kerja hehehe.
Aku seperti sedang belajar kembali untuk berani berpendapat, bertanggung jawab sama pemikiranku, tanpa backup wkwkwk.
Aku masih seperti anak ayam yang memulai kembali dunianya.
Walau masih banyak skill aku yang mandek gak jalan-jalan, apalagi di era gempuran AI dimana-mana, manusia lambat kayak aku ini akan gampang tergantikan oleh manusia adaptif yang hebat-hebat !
Tapi hayuklah jangan putus asa yaaah.
Ketika bengong, sebenarnya aku masih merasa terjebak di tahun 2019.
Ketika dahulu aku merasa umur berhenti di 19, sekarang aku merasa umur 24 atau 25 gitu, tapi versi yang lebih strong !!!
Sejujurnya masa-masa ke 30 itu berat banget buat aku, bagai diterjang badai, rasa lelah, rasa muak, rasa ingin berontak, rasa terjebak, rasa cemas, takut, semua hal buruk terasa memakan jiwaku secara perlahan-lahan, ada masa ketika mau tidur nangis ngadu ke Allah, aku gak sanggup lagi hidup, tolong selamatkan hamba yaAllah, merasa rendah diri, kayak ujian aku tuh gak ada apa-apanya tapi kok menggerogoti jiwa raga yahhh, rasanya mau gila.
Berkali-kali minta nyawaku diambil aja dah wkwkw, lebay yah ?
Tapi memang begitu rasanya, entah kenapa rasanya berat sekali, sangking muaknya aku lupa nyari jodoh wkwkwk, tapi jadi kayak udah deh sebodo teuing, kalau ada jodoh ya alhamdulillah, kalau gak ada yah, aku usahakan untuk mempunyai uang pensiun itu wkwkwkw.
Apa yah harapan kedepannya ?
Gak muluk-muluk sih, dilancarkan saja segala urusanku, tetap punya pendapatan dikala gempuran sulitnya ekonomi ini, kalau cek berita prediksi ekonomi itu betapa sangat membuat depresi. Tapi aku juga gak ingin tahan-tahan uang banget, entah kenapa, ketika aku semakin pelit untuk diri sendiri tuh, tingkat stress-nya malah semakin tak terkendali, beda kalau aku menyisihkan uang untuk menyenangkan diri sendiri, aku coba niatkan untuk menggerak perputaran ekonomi, dari uangku ada rejeki untuk orang lain, dan semoga kembali kepadaku berkali-kali lipat hehehe.
Karena jujur, uang ditabungan itu, belum tentu itu rejeki-ku, jadi apa yang sudah jadi rejeki-ku itulah yang aku konsumsi, aku pergunakan.
Kadang yah, diumur segini, aku bertanya-tanya,
Kenapa dulu rohku mau yaaaa aku ikut ujian di dunia, sudah dikasih gambaran bahwa dunia itu tempat ujian, pasti tidak mudah, awal mula manusia itukan sifatnya fitrah, semakin lama di bumi dia lupa tujuannya, aku takut menjadi salah satu manusia yang kehilangan arah dan mati dalam penyesalan, karena aku punya tendensi iman yang lemah, merasa sholat wajib aja gak cukup, aku takut, tapi walau takut tetap aja melakukan dosa terus menerus, dan berkilah, "manusia kan memang tempatnya melakukan dosa", kadang kalau seperti itu aku benci diriku.
Baiklah sekian dari keresahanku wkwkwkw.
Semakin nambah umur, semakin ingat mati kan ya ?????
Semakin aku menghitung hari, menghitung waktu berharga bareng mama, kadang aku mulai melihat dunia aku tanpa mama bagaimana ?
Haaaaaa, rasanya sakit, jadi aku berusaha untuk menyenangkannya, berusaha memberikan yang terbaik, apa yang aku bisa, walau harapan mama aku menikah itu masih sulit aku indahkan.
Untuk yunda di umur 30 tahun,
Terimakasih atas segala kerja kerasnya, jangan menghukum dirimu begitu keras.
Belajar mengemukakan pendapat walau itu belum terbaik, belum maksimal karena gak ada yang namanya perfect answer untuk ilmu dunia, pasti ada salahnya, tinggal kamu sadari dan perbaiki.
Belilah sesuatu yang kamu mau, tapi jangan juga gelap mata.
Beranilah, jadi manusia dewasa yang lebih berani menghadapi dunia yang fana ini.
Karena manusia itu memang gak akan pernah sempurna, maka terimalah segala kekurangan dan jadikan itu pijakan untuk perbaikan !
Jangan sombong, teruslah merasa tidak cukup, belajar terus sampai akhir hayat.
Ketika lelah boleh istirahat kok.
Walau kamu kangen Bandung, semoga bisa kembali kesana atau malah ketempat yang lebih baik.
Jangan malu karena tidak kelihatan sukses dimata manusia lainnya, yunda kamu bertahan sampai sejauh ini juga sudah luar biasa hebat.Maka teruslah menatap masa depan dengan lebih percaya diri !
Wkwkwk, memalukan yah.
Tapi benerloh, aku merasa semakin mencintai diriku yang luar biasa hebat ini heheheh.
Komentar
Posting Komentar