Postingan

Halo 30

Halooo 30. Alhamdulillah ya, sampai dititik ini, aku bertahan di dunia yang fana ini. 30 loh, gak nyangka, terkadang aku membayangkan bagaimana nanti aku ketika 40, 50, 60 dst. Dari kecil aku paling takut menua, karena aku selalu merasa dunia orang dewasa itu rumit. Walau begitu, aku juga tidak sabar menjadi dewasa, karena keterbatasan ruang gerak ketika masa kanak-kanak itu menyesakkan, aku ingin jadi dewasaaaaaa walau pahit yaaa. Aku selalu merasa walau tidak sempurna, tapi dunia anak-anakku itu sungguhlah berwarna hihihi. Baiklah mari kita mulai, apa sih yang beda dari 30 ? Sama aja sih pemirsaaaa, tapi aku merasa ada harapan baru, walau sama takutnya ketika aku berumur 20 tahun, aku merasa ada harapan, walau dunia ini menuju ancaman peperangan dimana-mana, kekisruhan ekonomi dimana-mana, tapi entah kenapa aku merasa bisa menatap dunia dengan setitik harapan cerah *ceilah. Menikah ? wkwkwk. Jujur aku gak terlalu ingin, walau mungkin ketika lagi baca komik, selalu ngomong, "YaAl...

Bagaimana Caranya Memahami ?

Perasaan manusia itu sungguh sangat kompleks. Buat aku yang menulis ini, bahkan sering gagal memahami perasaan sendiri, bagaimana caranya berhasil memahami perasaan orang lain ? Aku suka membaca berita, novel, komik. Aku suka menonton, film, drama, anime/kartun, variety show. Aku suka mendengarkan musik apapun genre asalkan aku tertarik. Dari hal-hal itu, memang benar aku belajar memahami manusia. Tapi apakah kalian tahu kesalahan fatal-nya ? Terkadang sang sutradara, webtoonist, penulis, memberikan POV masing-masing karakter, sehingga pembaca/penonton bisa mendalami karakter tersebut, bisa memahami kerumitan hubungan yang mereka jalin, bisa melihat bagaimana caranya mereka berhasil atau tidaknya berkomunikasi. Akuu selalu merasa bersimpati, pada karakter yang "malang", diawal bisa saja dia karakter yang menjengkelkan, tapi karena penulis memberikan POV-nya, aku bersimpati padanya.  Dia bukan karakter utama pada cerita, dia pernah sangat dicintai tapi tidak tahu bagaimana car...

Halo 27

Haloooo 27 ! Aku berumur 27 dari tanggal ulang tahun 27 hehe. Apa yang spesial ? Sama seperti tahun lalu, aku bernafas, hidup yang gitu-gitu aja. Makan, tidur, ibadah. kerja, tinggal menunggu mati aja. Oh tapi ada satu hal yang aku merasa "It is fate ?" wkwkw. Aku bertemu seseorang yang ulang tahun juga, dia muda banget, masih berumur 18 tahun. Berbicara tentang 18, itu adalah umur yang selalu aku ingat, karena kadang aku merasa forever 18, pfft. Waktu itu aku liburan sama teman, can I said they're my friends ? wkwkw. I don't know if they're feels the same way, well ok, aku akan info sebagai teman saja. Liburan naik bus, setelah milih nomor kursi, dapat info aku dapat teman seperjalanan, hiks aku kira aku tetap akan sendiri memandang jalanan dari jendela, tapi hal yang aneh adalah dia booking sendirian. Aku hanya memikirkan kebenaran dari 2 sudut pandang, karena sudut pandang ke 3 agak "aneh" di Indonesia, yaitu : 1. Dia telat ikut booking bareng temanny...

Review Film Thai Happy Old Year

Gambar
Telat yah baru review, hmm karena baru nonton pas Maret hehe, dulu gak sempat cari ilegalnya, btw tulisan ini mengandung SPOILER ! Waktu dulu lihat trailer-nya dah ingin nonton, tapi baru nonton di Maret. Terus aku harus kelarin ini review mengingat bentar lagi pergantian tahun dan masih merasakan namanya happy old year wkwkwk. Okeh mari mulai, Jean ingin merenovasi rumahnya, dia punya prinsip untuk hidup minimalis, dimana hanya ada barang yang dibutuhkan saja, jadi rumah berasa lebih lega, rumahnya sebelumnya itu penuh dengan barang-barang yang gak dipakai numpuk-numpuk buat gak enak dipandang mata saja.  Background Jean lulusan arsitek yang pernah kerja di Swedia, dia juga ingin menyulap rumahnya jadi kantornya sekaligus tempat tinggalnya, dia tinggal bertiga dengan Ibu, adik, dan dirinya.  Awal film, kita akan diperlihatkan sosok Jean yang diwawancari dengan rumahnya yang berhasil di renovasi, lalu si pewawancara bertanya kurang lebih, "Apakah semua barang-nya dibuang ?" J...

Bahas Romance di Drakor StartUp Yuuukk

Baru nonton, karena baru beres nonton homcha, yaah walaupun ada 1 aktor yang bermasalah, tapi dah nanggung di tonton jadi yaah, nikmatin karyanya aja kali yah. Okeh lanjut, saat menonton start-up, untuk percintaannya itu gimana yah. Rumit. HJP karena selalu sendiri, dari panti asuhan, walau orang-orang kasihan sama dia, tapi gak semua orang rela menolong, dia jadi sangat terlambat dan merasa logika dan perasaannya bertabrakan. Jadi dia adalah orang yang paling sulit untuk jujur dan lebih terbuka. Dia mengingatkan tentang aku sendiri sih, tentang bego-nya aja. Ketika benar-benar kalah dan perasaanya lebih meronta-ronta baru dia sadar dia bodoh. Bodoh karena tidak jujur dari awal ke Dal Mi. Do San, apayah.... Dia walau dari kecil selalu mengalah, tapi perihal Dal Mi dia emang jadi gak mau kalah, awal baca surat Dal Mi dia kayak apasih ini surat, tapi makin dibaca makin menarik buat dia, jadi ngebantu secara spontanitas. Rasanya aneh kenapa di awal dia selalu marah ke HJP, seolah dia yang...

Curcol Violet Evergarden

Sadis banget anime Violet Evergarden.  Waktu itu nyari anime yang buat nangis dan jatuhlah ke Violet Evergarden.  Selesai download, sepulang kantor langsung cus nonton sampai 4 episode dah banjir airmata parah.  Ngerasa dah cukup nangis, langsung stop nonton dan gak disentuh sampai berbulan-bulan.  Puncaknya hari ini nekat nonton lagi, karena ingin nonton film-nya yang baru rilis di tahun 2020 tapi belum menyelesaikan anime-nya sama sekali jadi milih maraton sambil makan mie.  Setiap episode, gila nyeseknya.  Mata udah berasa sakit karena nangis terus.  Kesurupan apa aku, sampai nyiksa diri sendiri maraton ini anime. Selesai nonton yang ada malah bengong karena nyeseknya pedih banget.  Mau tidur, air mata masih netes juga.  Gilaaa, aku kira dah bisa nahan air mata tapi gila gila gila, ini anime terlalu pedih coy.  Karena masih trauma nonton anime-nya, aku harus pulih dulu baru nonton film-nya.  Banyak hal yang ingin dibahas, tapi da...

Hati yang Terombang-ambing

Di tengah lautan, ada perahu kecil yang sedang terombang ambing. Sang pemilik perahu terlihat kebingungan, menggeledah seisi perahu. Barangkali ada cukup bekal untuknya bertahan hidup. Berkali-kali ia mengecek mesin perahunya. Tapi tak juga menyala. Ia tak mau cepat putus asa, ia terus mencoba dan mencoba. Namun sayang nasib baik tak berpihak padanya. Mesin itu rusak dan mati total. Kini ia terombang-ambing di lautan luas tanpa tujuan. Hanya ombak dan arah angin yang menuntunnya. Ia adalah seorang yang buta arah, atau bisa dikatakan ia adalah orang yang tidak tahu kemana arah tujuannya, yang diinginkannya hanya segera menaiki perahu dan pergi sejauh mungkin. Ketika pergi dengan perbekalan yang dikatakan minim. Ia hanya bergumam "Untung saja aku dikasih perbekalan sama kerabat." Kasihan sekali, itulah akibat ulah melarikan diri, sudah tahu ingin melarikan diri, kenapa malah tidak menimbun perbekalan yang banyak. Ketika ia memilih menjadi nahkoda pada perahunya, artinya dir...