Halo 30
Halooo 30. Alhamdulillah ya, sampai dititik ini, aku bertahan di dunia yang fana ini. 30 loh, gak nyangka, terkadang aku membayangkan bagaimana nanti aku ketika 40, 50, 60 dst. Dari kecil aku paling takut menua, karena aku selalu merasa dunia orang dewasa itu rumit. Walau begitu, aku juga tidak sabar menjadi dewasa, karena keterbatasan ruang gerak ketika masa kanak-kanak itu menyesakkan, aku ingin jadi dewasaaaaaa walau pahit yaaa. Aku selalu merasa walau tidak sempurna, tapi dunia anak-anakku itu sungguhlah berwarna hihihi. Baiklah mari kita mulai, apa sih yang beda dari 30 ? Sama aja sih pemirsaaaa, tapi aku merasa ada harapan baru, walau sama takutnya ketika aku berumur 20 tahun, aku merasa ada harapan, walau dunia ini menuju ancaman peperangan dimana-mana, kekisruhan ekonomi dimana-mana, tapi entah kenapa aku merasa bisa menatap dunia dengan setitik harapan cerah *ceilah. Menikah ? wkwkwk. Jujur aku gak terlalu ingin, walau mungkin ketika lagi baca komik, selalu ngomong, "YaAl...