Andaikan Transportasi di Indonesia memadai

Saya sebagai seorang rakyat Indonesia saat ini masih bisa berandai-andai. Yaa seperti yang kita ketahui negara-negara maju sangat membuat iri dari segi transportasi umum-nya. Gimana ya, negara maju kan produsen nah Indo konsumtif-nya. Gak mau juga kan negara produsen membuat negara konsumtif kayak Indo untuk berfikir lebih maju. Yaa segala macam caralah agar produk yang mereka buat laris manis.

Dan jugaaa masalahnya, pemerintahan Indo gak serius membangun transportasi yang memadai buat masyarakatnya, jika nih mereka serius kerja tidak UUD (Ujung-ujungnya Duit), ya pastilah masyarakat kalau udah difasilitasi dengan transportasi yang cepat, nyaman pasti akan beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Tiap mau ke kampus dan pulang ke kampus aku selalu melihat mobil dengan dikendarain seorang diri dan mobil dia makan space jalan yang banyak. Sedangkan aku dengan sedihnya, angkot aja ngetem bisa ngabisin waktu kurang lebih stngah jam dijalan, curhat dikitlah ya, belum lagi asap rokok dimana-mana. Nah hal kayak gini itu yang buat malas untuk naik transportasi umum. Cuman bisa nangis dalam hati.

Klassik banget pemerintahan kalau membuat alasan kurang budget untuk membangun infrastruktur yang memadai buat transportasinya kalau korupsi aja masih merajalela. Wahai wakil rakyat, mikir dong jangan mikirin perutmu saja, kalian bisa makan di restoran mewah, lah rakyatmu ini mana bisa tiap hari makan di resto mewah, kalian bisa naik kendaraan yang memadai dan nyaman, lah rakyatmu dibiarkan memakai fasilitas yang dibawah rata-rata.

Tapi, PR-nya bukan pada pemerintahan saja, aku sadar masyarakat harus turut ikut andil dalam perubahan setiap negara, jika, pemerintah sudah sanggup membuat fasilitas yang keren kayak Austria atau Jerman, dari segi supir angkot pasti mereka tidak ingin angkot dihapuskan, apalagi supir-supir mereka yang masih rendah dalam melayani penumpangnya. Yang ada mereka malah demo gak jelas, saat pemerintah sudah menyediakan transportasi darurat saat demo, nanti mereka gak terima dan merusak fasilitas. Ini sih masih gambaran tapi inilah yang akan terjadi jika angkot ditiadakan. Belum tentu mereka mau beralih menjadi supir bus, karena untuk jadi supir bus-pun harus memiliki kemampuan dalam berkendara yang baik.

Dampak buruk transportasi umum ini juga yang membuat masyarakat lebih memilih untuk memakai kendaraan pribadi, selain tidak membuang waktu karena tujuannya jelas tidak seperti angkot yang ngetem terus.

Merubah negara ini memang sulit, banyak PR disegala sisi, tapi kemajuan bangsa juga berasal dari masyarakatnya. Andai negara ini bersatu dari segi pemerintahan dan masyarakatnya, bukankah tidak ada kemungkinan negara kita akan menjadi hebat ?
Seperti negara Jepang yang membuat iri, mereka di bom atom di Nagasaki dan Hiroshima tapi pemerintah dan masyarakat bersatu dan akhirnya bisa bangkit kembali dan menjadi negara maju. Jujur saja sangat membuat iri. Negara ini yang katanya sudah merdeka sejak tahun 1945, apa yang telah dicapai ?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembahasan Webtoon The Second Marriage

Lagu dengan tema "Rumah"

Jika Kau Warna