Harapan
Harapan bisa membuat hidup lebih berwarna dan harapan juga yang bisa membuat hidup terasa abu-abu.
Harapan bagai kepalsuan dan keinginan yang tinggi. Semakin tinggi harapan, semakin kecewa jika tidak sesuai yang diharapkan.
Harapan bagai pedang bermata dua, tidak tahu kapan saatnya menusukmu lebih dalam.
Apalagi berharap pada manusia, tidak tahu kapan harapan itu akan diindahkannya atau malah dicampakkannya.
Lantas apakah kehilangan harapan akan membuat manusia lebih bahagia ?
Rasanya akan terasa kosong jiwa manusia kalau tidak berharap. Tapi berharap pada manusia hanyalah rasa sakit yang didapat. Alangkah baiknya jika harapan itu tidak terlalu besar. Harapan itu sendiri bagai nafsu yang ada didiri manusia. Karena tidak tahu kapan harus mengakhiri sebuah harapan yang tidak mungkin terjadi.
Berharap hal yang mustahil sama saja tidak bersyukur kan ?
Dari rasa keinginan yang kuat, lalu berharap. Sudah tahu harapan itu tidak akan terjadi tapi tetap berharap.
Sebenarnya, tentang pengharapan manusia sungguh aneh. Kenapa tidak berharap hal yang sederhana ?
Kenapa harus berharap hal yang mustahil. Bagai menginginkan paru paru manusia berubah menjadi insang. Kenapa tidak berharap untuk kebaikan orang lain, daripada harus memaksa paru-paru berubah menjadi insang, kenapa tidak berupaya lebih mencintai paru-parunya dan berharap agar bisa tetap menjaga paru-parunya.
Berharap boleh saja, tapi jangan suka berharap hal yang mustahil atau malah terlalu berharap pada manusia. Manusia hatinya cepat berubah, tidak tahu kapan dia akan menusukmu atau menyayangimu. Sekedar saja. Karena hidup ini yang berlebihan tidak baik maka ya sekedarnya saja.
Hahaha lagi-lagi aku nulis hal absurd😅
Komentar
Posting Komentar