Langit

Di bumi ini hal yang paling aku suka dari saat aku masih anak kecil adalah langit.

Birunya langit di siang hari,
Warna senja-nya,
Hitamnya yang ditaburi kerlap kerlip bintang-bintang.

Indah, sekaligus takjub.

Ketika siang hari hadir, gumpalan awan selalu mempunyai bentuk yang unik, kadang imajinasi itu selalu diperlukan saat melihat awan di langit biru itu.

Tertawa dan asik sendiri saat imajinasi liar itu bermain.

Saat masih kecil dulu, waktu malam hari, suka lari-larian dan terkekeh karena sang bulan dan bintang-bintang itu seolah mengikutiku selalu.

Lagu bintang kecil adalah lagu terfavorite ketika sang malam hadir, yaah walau kadang mengubah liriknya jadi bintang besar.

Entah kenapa, pada waktu itu belum ngerti bintang-bintang itu besar atau kecil tapi selalu beranggapan bahwa bintang itu besar.

Ketika umur nambah, bukan berarti bisa melupakan gitu saja tentang rasa suka ke langit. Malah jadi semakin menggila.

Seperti vitamin gak langsung ketika melihat langit, di langit tempat para malaikat bukan. Dan dilapisan langit langit itu, ditempat yang sangat jauh. Allah SWT pasti sedang melihat umatnya.

Makanya ketika mendongakkan kepala keatas langit dan melihat indahnya langit. Jadi punya semangat lagi hahah.

Tapi, malam hari sekarang sangat sulit untuk membuatku semangat. Karna langit sekarang sangat sulit untuk memperlihatkan para bintang. Kecewa sih. Tapi mau gimana lagi, masih ada sang birunya langit di siang hari kok.

Mungkin harus ada usaha yang ekstra untuk bisa melihat para bintang.

Aku yakin kok, pasti akan bisa melihat para bintang yang super indah di malam hari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembahasan Webtoon The Second Marriage

Lagu dengan tema "Rumah"

Jika Kau Warna