Apa Arti Seorang Anak
Hai untuk para orangtua,
Yang sedang berusaha mendidik ataupun memanen hasil didikan.
Terkadang aku bertanya, apakah seorang anak itu adalah investasi ?
Karena ada saja orangtua yang merasa bahwa didikan yang kau beri harus kau panen hasilnya kemudian hari, dengan dia kembali membalas semua uang pendidikan yang kau beri atau malah memaksanya untuk mengambil jalur pendidikan aman dengan masa depan, karena kau mau dia sukses menurut perhitunganmu, jika dia sukses, kau akan membanggakan "Lihat itu hasil didikanku".
Apakah seorang anak itu hambatan ?
Karena dia bukan tipe pemimpin, dia harus segera dititipkan kepada orang lain agar tidak menjadi tanggunganmu lagi.
Atau karena dia ada, makanya kau harus menafkahinya sehingga sangat sulit untuk kau mendapatkan apa yang kau inginkan, atau karena dia sudah umur kategori dewasa, jadi kau merasa abai dan acuh tanpa membekali dia persiapan terjun langsung ke masyarakat ?
Apakah seorang anak itu bukan masalah buatmu ?
Mau dia umur berapa, kesukaannya apa, sifatnya bagaimana, pergaulannya apa, mau dia ikut budaya baratlah, apalah, apakah kau sebebas itu mendidik anakmu ?
Kau membuatnya liar tanpa adanya sekat pagar yang mana boleh dilalui yang mana yang tidak.
Apakah seorang anak itu kesalahan ?
Kau dari awal saja tak menginginkanya, kau hanya senang membuatnya, atau terbuai dengan rayuan para buaya sehingga dia ada dalam hidupmu.
Dia terlihat apa di matamu ?
Makhluk yang tidak tahu apa-apa, tidak bisa memilih mau lahir dirahim mana, kau melihatnya dengan penuh kebencian dan penyesalan.
Dan dia dicap kotor oleh masyarakat, dia akan sangat kesulitan jika harus membangun rumah tangga, apalagi jika ia adalah wanita, tiada wali untuknya, bahkan jika kau ayahnya yang sangat mencintainya, kau tak berhak ada di namanya.
Apakah seorang anak hanya untuk menjadi penerus ?
Jika kau masih berpikiran kolot, maka laki-laki adalah penerusmu, kau membuat jalan dimana dia harus mengikuti jalanmu. Wanita ? Apa itu ?
Wanita tidak boleh ada di jalan itu, yang boleh hanya anak laki-lakimu.
Bahkan kau sama sekali tidak melirik anak wanitamu.
Bagiku yang bahkan belum menikah.
Arti anak itu akan menjadi harta berharga untukku, dia bagaikan gelas kaca yang rapuh.
Aku takut melukainya, karena emosiku yang tak stabil.
Aku takut memotong sayapnya karena aku akan menjadi orang yang protektif.
Aku takut gagal dalam mendidik, karena aku tidak punya banyak ilmu.
Aku hanya ingin bisa menjadi seseorang yang membantunya mencapai apa yang diinginkannya, menuntunnya ke jalan yang lurus, aku hanya ingin dia mengamalkan ajaran baikku dan menerapkannya dalam hidup.
Aku takut dia lebih mencintai oranglain sehingga melupakan aku, tidak mengirim do'a untukku ketika aku tiada.
Aku mau dia mengandalkanku, menceritakan segala kisah petualangannya dengan jujur.
Aku ingin dia mendapatkan kasih sayangku dan ayahnya, sehingga dia tidak harus haus kasih sayang orang lain, sampai saat dia mampu dan dewasa.
Apa aku bisa memperlakukan anak-anak seberharga itu ?
Tapi setidaknya saat ini harus muhasabah kan ?
Aku sendiri saja banyak lalai, bagaimana bisa aku membantu meringankan beban orangtua kalau aku masih sering lalai dan malas belajar.
Komentar
Posting Komentar