Ikatan Asing

Source : MV IU - Ending Scene

Dahulu kala, ada perkenalan yang berujung pada pertemuan. Masing-masing dari mereka hanya orang asing. Menciptakan kesan pertama yang tidak begitu bagus atau sebaliknya.

"Aku sepertinya tidak suka dengan dia, aku harap tidak ada ikatan apapun."

Tapi bisikan orang lain selalu membuat rasa penasaran harus diberikan kepuasan.

"Mungkin tidak apa-apa jika jadi teman."

Tapi semua buyar saat dia menawarkan ikatan yang asing, "Maukah kau menerima ikatan ini ?"

"Aku mau", itu adalah jawaban yang akan disesalinya bertahun-tahun kemudian.

Dia bukan teman tapi seperti teman.
Dia terlihat seperti belahan jiwa tapi meragukan. 
Dia tiba-tiba menjadi sosok yang dapat dijadikan sandaran.
Dia adalah ikatan asing.

Pertama, tali yang dijalinnya begitu tipis, hanya seutas, bahkan akan segera putus. Tapi Dia seseorang yang ada saat dibutuhkan. Membuat semakin menebal saja tali itu. Membuatnya hanya mengenal Dia saja tak ada yang lain.

4 tahun, mulai terasa ada perasaan yang salah, ikatan tersebut semakin menebal tapi semakin memprihatinkan. "Masa depan itu apa ?" pikirnya.

Gelisah mulai menghampiri, Ia terus merasa salah, hati nuraninya terluka, tapi Ia tidak ingin memutuskan tali itu."Ikatan ini salah, ikatan ini tidak di ridhoi secara sah". Begitu pikirnya, dan Ia juga dapat merasakan bahwa Dia gelisah, tanpa tahu apa yang sedang dipikirannya.

Ia lalu berfikir, mungkin jarak adalah jalan keluar atas ikatan yang mulai kusut ini.
Dia-pun tak melarangnya pergi, semakin ada perasaan angin segar untuknya, berharap jarak dapat membuat untaian kusut itu kembali membaik, begitu pikirnya.

Tapi jarak membuat Dia semakin gelisah tapi Ia tidak, perseteruan kegelisahan jarak semakin ruwet, Ia benci pertanyaan kegelisahan Dia lontarkan, Ia tidak mengerti kenapa Dia gelisah sedangkan dirinya merasa aman pada jarak.

Semakin lama, samar-samar Dia mengatakan, "Jangan lari, aku tak sanggup mengejar."

Perkataan yang samar itu hanya bisa dibalas dalam hati bahwa, "Kita harus tetap berjarak, aku gak sanggup dibayangi ikatan yang sangat beresiko."

Ikatan yang menebal itu perlahan-lahan putus satu persatu, semakin dilihat semakin menipis saja.
Tapi masing-masing dari mereka takut melihat ikatan yang semakin tipis itu menyisakan seutas dan putus.

"Aku akan tidak ada disisimu, tetaplah sehat, sepertinya aku bisa mulai mengejarmu." Dia mulai bertitip pesan.

Ia merasa gelisah, jarak yang dingin ada pada masa itu.
Ia merasa tidak tahu harus cerita pada siapa ketika ingin cerita.
Ia mulai merasa, bahwa dirinya yang tidak bisa mengejarnya.
Ia jatuh pada kegelapan dan ketika Ia hanya bisa minta tolong ke Dia tapi celaka karena Ia tahu bahwa Dia tidak mungkin ada disisinya sekarang.

"Hai, apa kabar ?, sepertinya aku sudah bisa mulai sedikit-sedikit ada disisimu ." Suaranya terdengar hangat begitu pikirnya, tapi kegelapan yang ada pada dirinya tidak bisa merasakan kehangatan itu, dengan perasaan frustasi, hancur, Ia yang mulai merusak ikatan itu tanpa sepengetahuan Dia.

Ia terbiasa sendiri sekarang, tidak bisa berbagi cerita karena takut membuat Dia terbebani, takut Dia akan mengatakan kembali bahwa kenapa Ia selalu berkeluh kesah padanya tapi selalu ceria pada orang lain ?

Pada awalnya, Ia juga bingung, kenapa ya ?
Ia mulai memperlakukan Dia sebagai orang asing tanpa ikatan, diperlakukan hati-hati, tidak dirinya, walau kadang Ia masih sedikit bersandar.
Hanya cerita sekedar saja, membuat Dia merasa sebal.

"Jangan dingin kepadaku, kalau kamu tidak cerita aku tidak tahu isi hatimu, dengan adanya jarak ini, aku tidak bisa langsung menemuimu untuk menodong apa isi hatimu."

*ctas*, satu ikatan tali lagi putus.
Sekarang ikatan ini kembali pada masa awal, tinggal seutas, jika mereka tidak segera memperbaikinya, ikatan menjadi hilang, yang tersisa hanya kata asing.

Ia mulai mencari cahaya tapi sayang bukan pada Dia cahaya itu berada.
Ia mulai merasa, " Aku ingin berubah, dari awal ikatan ini tidak baik, tidak sah, tidak di ridhoi, tapi sangat sulit rasanya melepas seutas tali yang tersisa ini."
Ia mempelajari hal baru, Ia penasaran bagaimana proses Dia bisa mengejarnya ?

"Kau ...
 Meremehkan aku dan keluargaku.
 Aku tidak paham kau, aku memang tidak cocok, kamu lebih baik cari yang lebih baik dari aku." 

*ctas*, tali yang seutas itupun putus, malapetaka pada ikatan mereka sudah resmi menjadi tersisa asing.

Ia sedih, tapi anehnya tidak sesedih ketika jatuh pada kegelapan, terkadang Ia merasa akan baik-baik saja, karena Ia meyakini bahwa Ia akan mendapatkan ikatan asing yang sah.
Tapi Ia tidak bisa merasakan rasa hangat, jauh di dalam lubuk hatinya Ia takut untuk menerima sebuah ikatan.

Ia menyesal pernah menerima sebuah ikatan, 
Tapi Ia tidak membenci bertemu Dia, hanya saja ikatan tidak sah itu terlalu menyakitkan, bagaimana jika sudah sah ?
Ia semakin takut adanya sebuah ikatan.

Ia abai pada Dia yang berusaha untuk memberikan ikatannya lagi.
Ia merasa tidak siap tapi juga merasa ingin menggapainya lagi.

Dia terkadang terlihat gigih untuk terus menawarkan lagi.
Tapi Ia ......, tidak bisa benar-benar menggapainya, merasa belum saatnya, jika diterima pada saat ini, apa bedanya dengan hal yang tidak sah itu ?

Ia harus menyelesaikan tanggungannya, berharap dalam jarak lagi, akan semakin menjelaskan harus bagaimana Ia memperlakukan ikatan itu.
Tapi Dia, sudah lelah, "Terlambat, aku sudah tidak ingin memberimu ikatan lagi."

Sepertinya kali ini mereka benar-benar membereskan ikatan sampai tidak ada sisa sedikitpun yang melekat. 
Ikatan asing yang pernah Dia berikan menjadi kenangan yang sulit dilupakan, bagaimana tidak, itu adalah hal asing pertama yang sangat membekas.
Bagaimanapun, mereka pernah berusaha saling menguatkan walau akhirnya harus diputuskan.

Ia hanya berharap, agar mulai bisa menerima sebuah ikatan kembali.
Hal asing, dimana Ia bisa menerimanya, menguatkannya, merawatnya, dan tentu saja ikatan yang sah, sehingga Ia tidak merasa kesakitan nuraninya.

  


Catatan :
Ini adalah draft tulisan dari tanggal 13-11-2018 yang kemudian diteruskan kembali tanggal 02-06-2021. 

Terinspirasi dari lagu mba IU - Ending Scene. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembahasan Webtoon The Second Marriage

Lagu dengan tema "Rumah"

Jika Kau Warna