Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Apel setengah busuk

Wassup........ Dimanapun kalian berada , entah ada yang kepoin tulisan aku atau tidak hahaha, aku harap kalian sehat selalu wkwkwk. Aku jamin sih, yang baca blog aku mah cuman aku atau orang lewat dan orang kepo wkwkwkw. Skip. Itu adalah awalan aja. Nah aku mau cerita, ceritanya waktu kecil entah ini siapa yang ngomong aku lupa. Dan mungkin ingatan ini bercampur khayalan. Jadi gini, aku makan apel pada saat itu tapi cuman setengah, setengahnya lagi aku biarin, sampai kelihatan menghitam. Lalu ada yang negur, jangan mau jadi setengah apel yang busuk. Maksud dia itu bilang, jangan makan setengah apel, karena kalau kamu biarin setengahnya gitu aja akan busuk. Jadi harus dimakan semuanya, karena kasihan kalau setengah hanya akan menyisakan apel setengah busuk. Nah dari omongan dia itu sekarang aku kepikiran, bahkan sampai sekarang aja, aku masih si apel setengah busuk. Yang memakan apel setengah dan setengahnya lagi dibiarkan membusuk. Tapiii dalam arti yang lain. Dan seseorang lai...

Kapan Nikah ?

A : Halo apa kabar, kapan nikah ? Ya itu adalah pertanyaan permulaan untuk seseorang yang sudah dikategorikan "dewasa". A : Kapan ? B : Insha Allah, ketika sudah mantab. A : Kapan rasa mantab itu ada ? B : Iya gak tahu, ini lagi berusaha untuk memantabkan. A : Besok sudah mantab ? B : Eh, besok ? Kalau besok, belum siap. A : Siapnya kapan ? Apa gak akan mau nikah ? B : Emmm. A : Terus jadi gimana, kapan ? B : Tunggu selesai kuliah. --- END --- Itu adalah contoh percakapan pertanyaan kapan nikah yang ekstrem. Tapi bisa dihentikan dengan alasan klise. Manusia memang tidak bisa hidup sendirian, harus butuh minimal 1 orang untuk bisa diajak cerita, diajak berargumen, diajak main-main. Untuk itu nikah adalah salah satu untuk mendapatkan teman yang baik. Kenapa ? Karena dengan nikah, kau akan hidup dengan orang asing, yang akan selalu di dekatmu. Dia harus bagaikan rumah baru yang nyaman. Kau nyaman melihatnya, kau harus bijak dalam tingkah laku yang akan dia tunjuk...

Cinta yang Sulit

Halooooo saya nulis lagi eh salah ketik ketik lagi. Kali ini temanya tentang cinta *uhuk*. Belakangan ada pertanyaan yang mengusik relung hatiku. Ia seolah berteriak ingin di berikan jawaban yang pasti. Dan pertanyaan itu adalah "Apakah kau tak mencintaiku ?" "Apakah kau tak mencintaku, yaitu dirimu sendiri ?" Nah itu. Itu pertanyaan yang sedang mengusik hati. Beberapa manusia berpendapat cintailah dirimu sendiri maka kau mampu mencintai orang lain. Namun ada yang berbeda pendapat bahwa sah saja mencintai orang lain walau belum bisa sepenuhnya mencintai diri sendiri. Nah kamu termasuk yang mana ? Kalau aku sih setuju saja dua-duanya. Tapi yang aku banget itu sah aja mencintai orang lain walau belum mampu mencintai diri sendiri. Terasa tak keren ya. Tapi lebih baik 50:50 lah yah, jangan terlalu mencintai diri sendiri juga jangan terlalu benci diri sendiri. Yang sedang-sedang saja~ Kadar sedang itu yang sulit. Kau tahu ketika seseorang terlalu over mencintai ...

Esok

Sekarang waktunya jam tidur, tapi gak bisa tidur. Otaknya sedang dalam kondisi yang amat prima, memutarkan hal apapun untuk dipikirkan. Sekarang lambungnya juga memberi warning untuk diisi. Tapi apakah benar itu lambungnya atau cacingnya ? Para tetangga sudah terlihat mematikan lampu, bumi jadi serasa sepi dan senyap. Terdengar suara dengkuran yang berirama bagai medan tempur. Hari esok tinggal menghitung beberapa menit, apakah para malaikat masih bekerja ? Sepertinya mereka makhluk Allah yang paling sibuk. Berapa banyakkah manusia yang esok tidak akan bangun selamanya ? Berapa banyakkah manusia mungil yang akan menangis menyesal meninggalkan rahim ibunya yang hangat ? Aku penasaran. Matahari pergi ke sisi bumi lainnya. Mungkin disana sedang pagi hari, beberapa manusia telah bekerja, bercengkrama dengan manusia lainnya. Aku penasaran. Bagaimana perasaan mereka hari ini. Sedang bahagiakah ? Sedihkah ? Depresi ? Manusia itu banyak sekali yah, Ah lagi-lagi malaikat akan ...

Si Tukang Ngimpi

Belakangan ini aku bermimpi lagi. Berada pada ruang dimensi yang seru dan mendebarkan. Belakangan, aku tak mau bangun. Karena asyik merajut mimpi di dunia kapuk. Aku bisa jadi petualang yang berani dan bertemu hal-hal yang seru. Bagai berada dunia fantasy. Atau bahkan hero dalam game RPG. Bertolak belakang sekali dengan dunia nyataku sebagai pecinta indoor. Biasanya aku jarang bermimpi. Hanya tiba-tiba tersadar dan melihat langit-langit kamar. Aku memang akan selalu lupa semua petualanganku. Tapi rasanya seru sekali. Bahkan ibuku berceloteh, itu karena aku kebanyakan nonton anime. Ah padahal kan aku hanya melihat potongan-potongan video 3 menit dari petuangan Luffy. Kalau dunia VR semakin berkembang. Aku mau mereka buat dunia Luffy. *Gomu gomu noooo~* Ah, abaikan sepertinya aku semakin kehilangan kewarasan. Umurku akan bertambah. Tapi aku masih merasa 18 tahun walau wajah dan tubuhku sudah mulai menua. Akankah nanti ketika aku punya anak, aku akan kehilangan dimensi mimp...

Permainan Logika

Pada masa saat ini, permainan logika itu menjebak sekali, apalagi dalam syariat agama Islam. Banyak manusia memandang agama Islam itu ribet, ini gak boleh, itu gak boleh. Ketika mentaati yang sunnah sesuai Al-Qur'an dan Hadist dibilang Islam garis keraslah, wahabi lah. Memang saat ini Islam terasa asing, jangankan bagi agama lain, bagi sesama Islam pun asing. Dan aku ngerasa itu. Jadi tersentak harus belajar lagi, mengubah diri lagi menjadi manusia yang baik bagi Allah SWT dan bukan mau dipandang baik dan bermartabat di mata manusia saja. Banyak manusia berilmu tapi salah dalam cara berfikir-nya. Gak usah jauh-jauh, diri sendiri aja masih suka terjebak sama permainan logika itu. Yah aku mah orangnya overthinking sekali. Waktu remaja, sering sekali terngiang oleh logika manusia lain menyatakan "Gak apa-apa, mumpung masih muda, bandel dikit gak masalah. Nanti dah tua taubat." Sudah expert banget dia tahu takdir-nya sendiri. Yakin nanti tua-nya taubat ? Yakin situ umurn...

Ikhlaslah..

Tahu dialog antara Fahri dan Aisyah di film Ayat Ayat Cinta ? Ketika Aisyah merasa sangat terganggu dengan kehadiran Maria diantara mereka. Fahri mendatangi Aisyah yang ingin melarikan diri dari rasa cemburu-nya, rasa yang menyesakkan dihati. Kurang lebih dialog-nya seperti ini : " Ikhlas Aisyah ... itu yang sedang berusaha aku jalani.  Aku tidak ikhlas menerima kamu lebih kaya daripada aku.  Aku tidak ikhlas menerima kondisi kita bertiga dengan Maria .... " Pada film itu, ada kisah yang disuguhkan untuk belajar ikhlas. Bahwa sebegitu beratnya ikhlas untuk tokoh wanita seperti Aisyah. Dan untuk Fahri yang difitnah memperkosa, bahwa ia juga manusia yang menangis ketika cobaan fitnah itu begitu menyakitkan untuknya. Belum lagi sebagai kepala keluarga ia merasa tersakiti harga diri-nya sebagai pemberi nafkah. Dan ia terombang ambing dalam adil yang harus ia lakukan agar tak menyakiti Aisyah dan Maria. Aku tak akan menceritakan bagaimana pendapatku dengan film ter...

Titik

Gambar
Judul post ini diambil dari tema yang diusung oleh ig @30haribercerita. Aku tak menulis di ig, karena aku sedang benci membuka gembok yang ada. Emang tak ada yang menarik di ig aku. Tapi ini tentang komitmen. Berbicara titik pada tatanan tulisan yang artinya titik akan mengakhiri sebuah kalimat yang sudah disempurnakan. Dengan titik pula, akan mengawali pencetusan kalimat-kalimat yang baru. Jadi sebuah akhiran dan sebuah awalan. Terdengar keren kan ? Ketika seseorang memilih untuk mengakhiri point atau hal yang ia sampaikan. Pasti akan ada babak baru yang akan segera menghampiri. Entah melanjutkan point yang sudah diakhiri dengan menjelaskan, atau mencetuskan point baru yang lebih baik dari sebelumnya. Semua tak akan pernah berhenti sampai bertemu satu kata "selesai" atau "tamat". Yang artinya tidak akan selesai sampai nyawa ditubuhmu sudah tidak ada. Salah kalau orang lain bilang sebuah titik hanya tanda mengakhiri. Maka bagi...