Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Si Keong

Kau lihat dia.. Ia sedang berusaha berlari terus kedepan. Walau dalam waktu 10 menit ia hanya beranjak 13,4 cm dari tempat semula. Lihat dia lelah. Dia lelah kenapa dia begitu lambat. Para cheetah bersorak sorak ramai menggeram tak sabar menunggu betapa lambatnya ia. "Kau begitu lambat ! Jika terus begitu, kami tak sabar, tetaplah kau disana dan kami akan meninggalkanmu !" ujar para cheetah kesal. Dia menangis, dan menggumam "akupun ingin melaju pesat seperti shinkansen, akupun ingin dipandang aku bisa mengatasi semuanya, akupun tak ingin di cemoh di depan para yang lainnya. Aku pun tak ingin di anggap hanya benalu. Akupun tak ingin dianggap *hiks*" sang keong sudah tak sanggup lagi meneruskan kata-katanya. Api di matanya padam. Ia lelah, begitu hatinya berteriak. Tapi jiwa yang lelah itu masih ingin berjuang, Walau perjuangan yang dilakukannya tak membuahkan hasil dalam waktu cepat. "Kau siput yang cengceng ! Sudah lambat, cengeng lagi. Kau tak a...

Gemerisik Ilalang

Gambar
Source : google "Aku tak mengerti tentang dia." "Apa maksudmu, dia yang kau bicarakan siapa ?" Ilalang menari-nari tertiup angin. Mereka sedang berbincang-bincang tentang "dia" yang bahkan para ilalang tak tahu siapa dia. "Dia ... Ah saat pertama kali aku melihatnya, dia tertawa seperti anak kecil, menggemaskan, tidak seperti aku." "Ah aku bingung, memangnya kau punya wajah ?" sahut ilalang lainnya. "Aku bahkan tak menyukai dia pada awalnya karena dia sangat berisik." sahut ilalang lainnya. "Matanya juga menggemaskan, tidak terlalu sipit tapi juga tak belo." "Ehh!! yang paling menggemaskan ketika pipinya jadi chubby." "Tidak!! Matanya, matanya yang paling menggemaskan, apalagi ketika ia menatapku seperti anak kucing". "Kalau aku, suka dia yang sedang berbicara suaranya sangat renyah seperti kerupuk." "Ck..ck..ck, yang paling mengesankan ketika ia sel...

Sang Dingin

Pernahkah kau bertemu dengan sang dingin ? Yang membuat tubuhmu menggigil membutuhkan secarik kain yang hangat. Apakah dingin itu akan hilang ditutupi hanya secarik kain ? Tidak. Karna yang kau butuhkan kain tebal nan bermeter-meter. Satu persatu kehangatan yang melekat pada tubuhnya pergi. Dia kedinginan, semakin dingin dan menjadi sang dingin. Dia bahkan lupa, kapan terakhir kali merasa hangat. Sedikit kain saja sudah tak bisa lagi membuatnya hangat. Tidakkah ia begitu memprihatinkan ? Dengan cara seperti apa yang kau pikirkan untuk ia merasakan hangat kembali ? Memaksakan semua pemberian selimut-mu ? Ia bahkan tak merasakan kehangatan ketika bertemu dengan para bintang kecintaannya. Atau malah bintang yang ia cintai sudah mati dan tidak memberikan ia kehangatan ? Lantas apakah kau mampu menjadi sang hangat untuknya diantara matinya bintang yang ia cintai ? Sekeras apapun usahamu, Ia sedikitpun tak melirikmu. Aku rasa, hangat yang kau tunjukkan itu memuakkan untuknya...

Salah Satu Kisah Rain

Hujan akhirnya turun. Alhamdulillah. Ah aku jadi ingin cerita tentang kisah Rain, mari kita mulai. Alkisah Rain diselimuti kabut dan kilat-kilat yang menyambar, Rain tak mengerti kenapa kabut selalu membuat perasaan gelisahnya tak kunjung hilang. Rain lagi-lagi menitikkan bulir-bulir air-nya. Tetesan demi tetesan membuat perasaan Rain semakin sendu. Ia tak mengerti kenapa ia begitu sendu. Tetesan airnya tertiup angin dan membuat arah tetesannya tak jelas. Hatinya bertempur memperlihatkan kilat-kilat semakin menyala. "Ahhh harusnya saat angin membawaku ke arah utara airku tak tertiup dengan mudahnya kesana" Rain menyesal. "Aduuh seharusnya saat angin tertiup ke barat aku juga tak terbawa dengan mudahnya" Seperti itu terus menerus. Angin bosan disalahkan terus. Akhirnya dia angkat bicara. "Kamu tahu, di arah barat sana mereka menantikanmu turun, tapi kau malah menyesalinya." "Dan lagi, apakah kamu tahu di arah utara sana, mereka mengumpat tet...

Jika Kau Warna

Gambar
Jika kau adalah warna, warna seperti apakah kau ? Warna yang kalem ? Warna yang berani ? Warna yang gelap. Aku akan menceritakan warna-warna itu. Source: google Pada awalnya kau adalah sang merah menyala dalam hidupku. Mematikanku dalam sesaat. Cemburu yang seharusnya tak pantas diperlihatkan. Terbakar akan cahayamu. Resah yang aku perlihatkan begitu kuat. Mata yang tak mampu aku pandang. Kau sang merah menyala kala itu.  Kecewa yang aku pendam, menitikkan warna-warna hitam pada merahmu.  Ya aku yang menghitamkan merahmu.  Ya akulah yang masih merasakan resah akan pertemuan singkat. Aku yang kecewa dan senang bila bertemu denganmu. Akulah salah satu yang melihatmu bagai merah yang menyala. Dan akulah yang merasa menjadi hitam pekat bila bertemu denganmu. Ah aku sang tak tahu diri yang masih saja merasa terbakar saat kau ada. Source : google Biru itulah kau,  Warna keresahan yang memilukan.  Entah sejak kapan warnamu me...

Kepingan Ingatan

Setiap manusia gak jauh dari ingatan, entah itu yang bahagia, biasa aja, atau yang sakitnya luar biasa. Kebanyakan manusia sangat mudah mengingat hal yang menyakitkan daripada hal yang menyenangkan. Anehnya ketika hal menyakitkan itu datang, ingatan akan kebahagiaan perlahan-lahan mulai retak dan hancur berkeping-keping. Mau gak mau, senang ataupun tidak senang, pecahan ingatan yang berserakan dan tajam itu harus dilalui. Sakit sudah pasti, menjerit mungkin bagi sebahagian manusia. Terluka jangan ditanya lagi. Apakah kenangan itu kembali utuh ? Semua tergantung waktu. Ingatan yang sudah retak itu tidak akan sama lagi jika diingat. Hal yang harusnya membuat tertawa bahagia, cekikikan gak jelas berubah menjadi hantu masa lalu yang setiap saat mengikuti, sesuatu hal yang menakutkan, menyisakan trauma, dan sedih tiada tara. Berbalik arah sudah tidak mungkin, yang ada hanyalah teruslah berjalan walau kakimu berdarah-darah saat melewati kepingan ingatan itu, walau harus sambil terisak-...

Review 3-gatsu no Lion

Gambar
Sudah lama sekali gak buat review-an anime, dan sekarang nulis karena lagi ingin dan berbagi cerita tentang anime yang baru selesai aku tonton, yaitu adalah 3-gatsu no Lion. Ahh disaat penat dan butuh hiburan, anime-anime yang masuk dalam list tapi berbulan-bulan gak disentuh akhirnya nyoba nonton juga. Dan pilihan jatuh ke anime genre slice of life, drama dan game yaitu 3-gatsu no Lion. https://myanimelist.net/anime/31646/3-gatsu_no_Lion Sebelum dijadikan anime, manga-nya emang sudah populer di Jepang, yah walau aku belum ada waktu buat baca manga-nya. Jadi gak bisa membandingkan antara manga dan anime. So, first impression aku suka dengan lagu opening dan ending-nya hahahah. Style anime-nya juga bagus. Dan Rei Kiriyama, yah sosok tokoh ini yang mungkin dimata anak remaja seusianya dia hanyalah introvert, tapi bagi aku dia sosok yang calm, mature, punya positive vibes. Di usianya 17 tahun dia bekerja sebagai pemain professional shougi. Dia mencapai menjadi pem...

Setitik Cahaya

Pernahkah engkau jatuh ke dalam lubang paling dalam, bahkan bayanganmu sendiri pun tak sanggup menemani. Manusia, yang namanya manusia, Pasti pernah merasakan terjatuh, terluka, terkhianati, kelelahan dengan segala tanggungan. Dalam situasi keputusasaan itu pasti semua yang engkau lihat gelap gulita. Hatimu tidak mampu melihat bahkan setitik cahaya pun kau tak mampu melihat. Mungkin yang bisa kau lakukan menyalahkan takdir, menyalahkan semua orang, menyalahkan diri sendiri. Seolah engkau tidak pantas menerimanya. Seolah engkau manusia paling merasa sakit sedunia. Seolah engkau sendirian. Seberapa kali engkau teriak, Hanya terasa semakin terkoyakkan hatimu. Air matapun mengering. Sekali lagi, sunyi dan pekatlah yang selalu engkau lihat. Semua orang pasti mendapatkan setitik cahaya dari pekatnya lubang keputusasaan itu. Tergantung dari cara engkau memandang, Mampukah hatimu melihat setitik cahaya itu ? Setitik cahaya itu harapan yang diberikan sang pencipta padamu. Sang ...

Mawar yang Berduri

Suatu hari, seorang ibu menasehati anak perempuannya yang masih belia. Ini tentang perempuan, begitu katanya. Anak gadis itu menatap mata ibunya yang sayu. Mengerti bahwa arah pembicaraannya akan serius. Sang anak perempuan tersebut tersenyum kepada ibunya, kenapa dengan seorang perempuan bu ? Sang ibu mengelus kepala anaknya dan berkata, "anak ibu yang paling cantik, hartanya ibu, harapannya ibu, berliannya ibu, ingat bahwa menjadi seorang perempuan harus seperti mawar yang berduri." Anak perempuan itu memang masih tergolong belia, umurnya belum bisa dikatakan dewasa. Anak perempuan yang masih merajuk, egois, dan cengeng kepada ibunya. Tapi kalimat itu sudah menusuk dihatinya dan entah kenapa dia tahu, ada beban yang harus ditanggungnya. Sang ibu melanjutkan kalimatnya, "kamu adalah bunga mawarnya ibu yang cantik, kamu kebanggaan ibu, tetap jadilah cantik, menjadi perempuan harus baik tutur katanya, santun, bermartabat, anggun, pintar, berpendidikan. Kamu adalah h...

Langit

Di bumi ini hal yang paling aku suka dari saat aku masih anak kecil adalah langit. Birunya langit di siang hari, Warna senja-nya, Hitamnya yang ditaburi kerlap kerlip bintang-bintang. Indah, sekaligus takjub. Ketika siang hari hadir, gumpalan awan selalu mempunyai bentuk yang unik, kadang imajinasi itu selalu diperlukan saat melihat awan di langit biru itu. Tertawa dan asik sendiri saat imajinasi liar itu bermain. Saat masih kecil dulu, waktu malam hari, suka lari-larian dan terkekeh karena sang bulan dan bintang-bintang itu seolah mengikutiku selalu. Lagu bintang kecil adalah lagu terfavorite ketika sang malam hadir, yaah walau kadang mengubah liriknya jadi bintang besar. Entah kenapa, pada waktu itu belum ngerti bintang-bintang itu besar atau kecil tapi selalu beranggapan bahwa bintang itu besar. Ketika umur nambah, bukan berarti bisa melupakan gitu saja tentang rasa suka ke langit. Malah jadi semakin menggila. Seperti vitamin gak langsung keti...

Senyuman Itu

Mungkin engkau tersenyum saat pertama kali aku hadir. Mungkin engkau tersenyum saat pertama kali aku pintar melakukan sesuatu. Mungkin engkau tersenyum saat melihat tumbuh kembangku. Dan aku bertanya-tanya, Apakah engkau masih tersenyum dengan apapun yang aku lakukan ? Atau malah engkau kecewa. Aku ingin melihat senyum indahmu. Tatapan mata yang sayu dan lembut. Garis mata yang sudah keriput. Pipi yang sudah tidak sepertiku. Aku ingin melihat senyuman itu. Aku ingin melihat tatapan wajah itu ketika engkau melihatku saat bangun tidur. Engkau adalah malaikatku, sampai kapanpun. Engkau putih dimataku, sampai kapanpun. Aku ingin melihat wajah bahagia itu, Aku ingin melihat wajah penuh banggamu itu. Tunggu, Aku akan mengindahkan harapanmu itu padaku. Tunggu, Jangan pergi terlalu jauh. Aku pasti bisa membuat engkau mengatakan bangga memiliki aku. Tunggu, Aku juga bisa menyelamatkanmu. Aku sedang berusaha, jadi bersabarlah. Dan berikan aku senyuman itu.

Perangkap Pikiran

Keheningan itu membunuhnya, dia tahu itu, hening adalah salah satu suasana yang menyeretnya masuk ke dalam perangkap pikirannya. Yang dia lakukan hanyalah membeku, membiarkan dirinya tenggelam dalam kubangkan pikirannya. Dia berusaha mengangkat tangannya mengarah ke langit, dan bergumam lirih  " tolong, ...... selamatkan aku ". Dia bisa tahan banting jika pikiran orang lain yang harus dia terima, tapi .. pikiran dia sendiri ? Bagaimana dia melawannya ? Pikiran itu tiada ampun menyerang segala penjuru ruang dihatinya. Bagai memukulnya telak dan dia hanya bisa kehabisan nafas, dan meronta-ronta meminta dibuang semuanya, semuanya, semuanya. Hening, adalah suasana yang paling dia sukai dulu. Dia memang suka dengan bermain pada pikirannya, memikirkan segala hal disaat hening adalah hal yang paling menarik buatnya. Tapi, melihatnya yang sekarang menderita. Saat hening malah membuka pintu berfikirnya semakin ekstrim dan semakin menggila saja, dia...

Rindu

Ketika rasa rindu itu hadir, aku bisa apa ? Hanya bisa merangkul rasa ini. Walau menyiksa, walau tiada penawarnya tapi rasa ini akan selalu hadir semaunya. Saat mencoba memejamkan mata, Serpihan ingatan mulai mengganggu, membuat rasa rindu semakin kuat. Semakin erat pula aku merangkulnya. Sang perindu hanya bisa membunuh perasaannya lagi dan lagi. Menyibukkan diri, lalu sendiri dan dia datang lagi. Seberapa kuat mencoba berdamai, Tapi rindu itu memang tidak tahu diri. Dia hadir lagi dan lagi. Pelukan hangat dan senyum ibu, Aroma masakan ibu, Makan bersama dan berbagi cerita, Liburan bersama dan berbagi canda tawa, Suasana hangat ketika ngumpul bersama, Bintang-bintang yang bersinar di teras rumah. Rindu aku rindu. Ah haruskah aku membunuh lagi dan lagi ? Bagaimanapun aku membunuhnya, Rasa ini hanya semakin pekat. Bagaimana ini, Waktu tidak sepenuhnya menyembuhkan rasa rindu menyedihkan ini. Bagaimana ini, Aku tak mampu benar-benar mengunci rasa rindu in...

Overthinking

Gambar
Source : Google Mungkin overthinking itu adalah penyakit, dapat menyerang siapa saja terutama kaum seseorang yang menuju dewasa. Rasa lelah dari berfikir berlebihan itu terlalu kuat. Dalam sehari mood seseoranhg bisa berubah drastis karna pemikirannya. Banyak yang menyatakan bahwa overthinking itu bisa disebabkan karna sang pemikirnya adalah tipe perfectionist. Kalau berkaca pada aku yang notabene sang author, aku gak punya sifat perfectionist. Kadang masih santai kalau melihat hal-hal yang berantakan, seperti kamar aku yang berantakan. Tapi kadang merasa stres sendiri lihat kamar yang berantakan tapi apa daya tenaga dan uang yang kepakai hal yang lain belum bisa mewujudkan kamar rapih. Back to the topic, jika ada nyempil sedikit saja salah, entah salah dalam bicara ataupun apa itu jatuhnya jadi nyesal dan berfikir terus menerus, seharusnya begini, seharusnya begitu. Capek mikir terus tapi gak bisa berhenti buat memikirkannya. Parahnya sesuatu hal yang m...

Hujan

Gambar
Banyak manusia benci akan kedatanganmu,  Mengeluh akan hadirmu, Takut akan basah ketika kamu hadir, Seolah kamu adalah pengganggu. Tapi percaya deh, banyak juga manusia yang menyukai kamu hadir, Rintik demi rintik yang menenangkan, Hewan-hewan yang menyambut kedatanganmu, Tumbuhan yang senang akan hadirmu. Lihat, ada beberapa burung yang terbang kesana kemari ketika kamu hadir serintik-rintik. Ada manusia yang mengambil payungnya agar dapat berjalan dirintikan airmu. Bagi beberapa orang akan menikmati kamu hadir semaunya. Ada yang menggurutu, Ada yang berlari-larian di rintikanmu, Ada yang membaca buku, Ada yang memilih untuk tidur, Ada yang membuatmu sebagai alasan, Ada yang jatuh cinta, Ada yang baper. Sepertinya kamu identik dengan segala hal. Tapi aku takut ketika kamu hadir akan membawa sang petir, karna aku hanya menyukaimu apa adanya tanpa sang petir. Mungkin orang lain juga seperti itu. Wahai sang anugrah, yang datang tidak menent...

Jangan Lagi

Di perjalanan hidup itu, akhirnya Sky bisa melepaskan ego-nya, rasa dihatinya, rasa ketidakberdayaannya, rasa pekat dihatinya, rasa gelisah yang selalu menghampiri, Sky akhirnya merelakan satu persatu tangan yang dia genggam. Kali ini benar-benar melepaskannya. Bermula dari Earth, seiring jalannya waktu, Sky dan Earth selalu berbeda, berbeda yang tidak bisa disatukan, benar-benar sangat berbeda bagai magnet yang saling tolak menolak. Sky melonggarkan genggamannya, mulai mengerti, jangan paksa lagi, jangan lagi, ini bahaya jika saling tolak menolak ini bahaya, untuk sekarang dan untuk masa yang akan datang. Akhirnya Sky pun melepas genggamannya. Sedih ? Jelas sedih, tapi anehnya rasa gelisah didalam hatinya pun berkurang. Sky yang kelelahan perlahan merasa mulai hidup kembali. Walau awalnya Sky masih menjulurkan tangannya ke Earth berharap dia mengerti Sky dan menggenggam tangan itu lagi. Yang kedua, Sky melepaskan bintang-bintang yang ada dihatinya, bintang yang selalu menyinari h...

Kepingan Puzzle

Sebuah moment dalam hidup jika diibaratkan bahwa itu adalah kepingan puzzle maka sudah terkumpul hampir lengkap atau tidak ya ? Jika saat ini umurku adalah 21 tahun, dari kepingan pertama yang aku terima dari lahir apakah puzzle-ku sudah hampir terisi penuh atau malah masih banyak slot kosong yang harus diisi ? Aku tidak tahu, puzzle-ku, orang lain pun demikian. Yang kita tahu hanyalah melewati moment tersebut dan meletakkannya di kotak puzzle sampai akhirnya moment terakhir yaitu meninggalkan dunia ini. Yang aku tahu adalah aku sudah banyak meletakkan kepingan puzzle-puzzle itu pada tempatnya. Yang manis sampai rasanya terlalu manis dan bisa berakibat diabetes hahaha. Yang pahiiiiit banget rasanya dari semua rasa pahit yang ada. Yang hambar bagaikan sayur tanpa garam hahaha. Yang pedas bagaikan luapan emosi yang tertahan dan terlepaskan. Nano-nano pokoknya. Aku berterimakasih kepada semua manusia yang terlibat dalam moment puzzle itu. Tanpa mereka aku tidak akan berkembang me...

Teruntuk yang Tercinta

Ma, Aku sangat mencintaimu, percayalah engkaulah manusia pertama dan akan selalu menjadi manusia yang paling aku cintai di dunia ini. Aku menerima kasih sayang dan cinta pertama darimu ma. Pa, Aku sangat menghormatimu, walau kita kadang berselisih paham tapi aku selalu percaya bahwa dibalik berselisih paham kita yang membuat kita akan menjadi saling mengerti. Dan terimakasih telah melindungiku selama ini pa. Abang-abangku, Terimakasih telah menjadi teman bermain terbaik di dunia ini untukku sampai kalian akhirnya punya tanggung jawab masing-masing. Sungguh aku mencintai kalian yang telah dipertemukan dengan aku di dunia ini, semoga kita masih bisa bertemu di surga Firdaus-nya Allah SWT . Hehehe 😊 Jika diantara kita ada yang telah selesai menyelesaikan misi duluan, percayalah kita tetap akan dipertemukan di akhirat, jadi akupun akan ikhlas dan bersabar menunggu giliran. Tapi jika aku yang duluan pergi, jangan menangis yah hahah, kita hanya berpisah sementara kok. Ak...

Ketika Wanita Jatuh Cinta

Cinta penuh dengan teka teki, sekejap bisa membuat hati melayang tidak karuan, pikiran teracuni oleh bayang seseorang yang dicintainya. Ketika seorang wanita jatuh cinta kepada lawan jenis, itu bisa bagai racun atau bagai penyembuh atau malah pria itu adalah bayangan. Jika pria yang dicintainya adalah racun itu sendiri, wanita yang kehilangan logikanya akan memberikan semua yang ada didiri dia atas nama cinta. Begitu membutakan, begitu terbuai atas janji manis yang diberikan si pria. Bahkan orangtua, saudara, sahabat bisa diabaikan nasehatnya hanya karna rasa cinta dia kepada sang pria. Sungguh racun. Ketika sang pria itu adalah penyembuh, maka pria itu tidak akan berani memberikan janji manisnya kepada sang wanita, wanita biasanya mencintai pria penyembuh ini dalam diam. Bisa saja sang pria adalah pria yang bijaksana, pintar, berprinsip dan dekat dengan Tuhannya. Sang wanita mencintai segala yang ada pada sang pria, karna rasa cintanya dia berusaha memantaskan diri untuk p...